duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

“Ngarit”, Stimulan di Tengah Wabah

Kemarin siang, ada pemandangan yang sudah lama tak pernah saya saksikan. Selepas dari swalayan untuk berbelanja kebutuhan rumah, saya melihat ada seorang bapak yang sedang ngarit di sekitar kompleks rumah. Hampir satu tahun saya tinggal di ibu kota, dan baru kali ini saya jumpai seseorang yang masih ngarit, mencari rumput untuk pakan ternah piaraan. Berbeda dengan kehidupan di Jawa Timur, ngarit bukanlah hal yang langka, bahkan kegiatan itu sudah jamak dilakukan masyarakat.

Baca Juga:   Haul ke-3 KH Hasyim Muzadi, Pesantren Al-Hikam Depok Gelar Sarasehan Nasional

Mungkin untuk orang kota, ngarit bukanlah hal yang istimewa atau bahkan dipandang sebelah mata. Maklum saja, tak banyak orang kota yang bisa angon (menggembala) ternak peliharaan, karena semua sudah kenyang dengan perkantoran. Tapi keseimbangan selalu ada. Di Jawa, ngarit bukanlah sekadar rutinitas untuk mencari rumput saja. Atau bukan pula aktivitas mencari rumput untuk makan ternak saja. Ngarit mempunyai filosofinya tersendiri.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Baca Juga:   Menulis dan Lapisan Bawang Merah

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan