duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Lelaki Bermasker dalam Bus Tua

Suhu udara di dalam bus panas sekali. Bau keringat para penumpang yang kepanasan menguap memenuhi ruangan kabin yang terasa sempit. Aku pun terus berkipas dengan ujung jilbab. Tak peduli apakah bau keringatku ikut berpartisipasi menambah polusi udara ataukah tidak. Bus terus berlari meninggalkan pusat kota Malang. Pikiranku lantas berselancar, menembus ruang-ruang waktu. Dan tanpa kusadari ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikanku. Lelaki itu tengah berdiri di antara tempat duduk dan berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Penumpang bus memang sedang  penuh sesak. Aku segera menghentikan kesibukanku berkipas dengan ujung jilbab.

Baca Juga:   Segunung Sekam

Lelaki bermasker itu pura-pura tak memperhatikanku ketika aku memandangnya. Entah apakah aku yang terlalu gampang rumongso ataukah dia memang benar-benar mengamatiku. Walaupun lelaki itu sudah mengalihkan pandangannya, namun pikiranku masih berkutat pada lelaki yang sedang menggendong tas besar itu. Tingkahnya begitu membuatku risih. Ketika telah mengalihkan pandangannya, aku gantian mengamati dan berusaha untuk mengenalinya. Tapi sekuat apa pun aku memeras otak tetap saja orang itu tak mampu aku kenali.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Cermin Kimin (Kado Ulang Tahunku)

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan