Ngaji Riyadhus Shalihin: Bab Ikhlas dan Amal Baik

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, Madura, kembali menggelar acara rutin Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin. Kali ini, Jumat 3 September 2021, Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin dilaksanakan di rumah Ustaz Maliki di Desa Marengan Laok, Sumenep.

Ustaz Maliki yang juga alumnus Pesantren Annuqayah merupakan pengusaha percetakan Tri Muliya dan produk kesehatan Annoni. Ngaji yang diikuti para alumni Pesantren Annuqayah ini diawali dengan tawasul, berkirim doa fatihah kepada pada sesepuh Annuqayah, yang dipimpin langsung oleh Kiai Hanif Hasan. Dilanjutkan dengan tahlil dan bacaan doa lainnya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Setelah itu barulah dilanjutkan dengan acara inti, Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin yang kali ini masih membahas topik dimensi ikhlas dalam melaksanakan amal kebajikan. KH Hanif Hasan sebagai pengampu pengajian Kitab Riyadhus Shalihin mengawali dengan menukil sebuah sabda Nabi “Thuba almukhlisun,” (berbahagialah orang-orang ikhlas).

Baca Juga:   Simposium Kosmopolitanisme Islam Nusantara Dibuka Kiai Said

Nukilan tersebut merujuk pada orang-orang yang tidak dikenal dalam masyarakat, jika ada tidak dipandang dan jika tidak ada tidak merasa kehilangan. Tetapi mereka (orang-orang ikhlas) itu adalah pelita yang sangat dekat kedudukannya di sisi Allah.

 

Kiai Hanif kemudian menjelaskan tentang Uwais Al-Qarni, seorang sahabat tabiin yang paling mulia di sisi Allah. Dalam sejarah, Kiai Hanif menjelaskan, Uwais pernah sampai di rumah Rasulullah. Akan tetapi pada saat itu Nabi Muhammad sedang tidak ada di rumah, pergi keluar dalam rangka dakwah. Uwais kemudian memutuskan untuk pulang karena harus melayani seorang ibu yang sudah uzur (berusia lanjut).

Baca Juga:   Maulidan dan Pengukuhan Simpul Alumni Annuqayah

Demikianlah, Uwais Al-Qarni tidak sempat berjumpa dengan Rasulullah di masa hidup Beliau. Akan tetapi, Nabi pernah berkata kepada sahabat-sahabatnya, termasuk Umar bin Khattab, bahwa jika bertemu dengan Uwais Al-Qarni hendaknya mereka meminta didoakan olehnya. Kemuliaan itu didapat oleh Uwais karena keikhlasannya dalam melayani seorang ibu.

Pada bahasan hadis yang terakhir, hadis ke-12 dari bab pertama tentang ikhlas, disebutkan bahwa Rasulullah berkisah kepada para sahabat terkait dengan tawasul dengan amal kebaikan yang pernah dilakukan secara ikhlas dalam kehidupan.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

3 Replies to “Ngaji Riyadhus Shalihin: Bab Ikhlas dan Amal Baik”

Tinggalkan Balasan