Nabia Abbott, Orientalis Pembela Hadis

Nama Nabia Abbott mungkin tidak begitu dikenal. Tapi, bagi mereka yang mendalami studi hadis, Nabia Abbott adalah nama yang tak terasa asing.

Seperti kita tahu, posisi wanita dalam panggung sejarah memang selalu termarjinalkan dan terlupakan. Namun, siapa sangka bahwa Nabia Abbott yang notabene seorang non-Muslim, tapi berjasa dalam melakukan pembelaan terhadap hadis Nabi dari serangan para kaum orientalis.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Dia dilahirkan pada 31 Januari 1897 M di kota Mardin, tepatnya ada di sebelah barat daya Turki. Sejak kecil, Nabia Abbott bersama keuarganya hidup secara nonmaden atau hidup berpindah-pindah tempat dari satu kota ke kota lain atau dari satu negara ke negara lain. Nabia dan keluarganya melakukan perjalanan panjang dari Tigris sampai ke Bagdad, kemudian berlayar melewati Teluk Persia dan Laut Arab sampai tiba di Bombay, India pada 1907.

Baca Juga:   Rabi'ah al-Adawiyah: Sufi dan Ratu Puisi Cinta

Di Bombay inilah Nabia menempuh pendidikan di sekolah Inggris. Sekitar 1915, Nabia lulus dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Cambridge. Namun, terpaksa dia harus meninggalkan Universitas Cambridge karena pada waktu itu sedang ada Perang Dunia I, sehingga dia harus kembali ke India. Di India, dia melanjutkan studinya yang sempat terhenti dan masuk ke Universitas Allahabad sampai akhirnya memperoleh gelar BA (Bachelor Of Arst) atau sarjana muda dengan predikat cumlaude pada 1919.

Setelah lulus dari Universitas Allahabad, Nabia Abbott menggelar program Women’s Education di Irak. Dari situ keluarga Nabia berpindah ke Boston sehingga dia juga harus ikut pindah bersama orang tuanya. Pada 1925, Nabia melanjutkan studi (S2) di Universitas Boston dan memperoleh gelar MA (Master Of Arst). Setelah itu dia menjadi pengajar di Departement of Education di Asbury College dan menjadi kepala Departement of History.

Baca Juga:   Dinamika Tafsir Maqashidi

Dari Boston, mengikuti keluarganya, Nania pindah ke Chicago, di sinilah Nabia dikukuhkan sebagai profesor Arab di Oriental Institute pada tahun 1933. Nabia Abbott menjadi seorang profesor perempuan pertama di Oriental Institute.

Di situ, Nabia menghabiskan waktunya untuk mengkaji dan meneliti manuskrip atau naskah-naskah kuno tentang kebudayaan Arab dan keislaman. Bersama dengan Martin Sprengling, Nabia melakukan penelitian manuskrip-manuskrip Islam dan akhirnya pada 1936 Nabia menulis disertasinya dengan judul The Kurrah Papyri of the Oriental Institute.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

One Reply to “Nabia Abbott, Orientalis Pembela Hadis”

Tinggalkan Balasan