Mustafa Azami, Pembabat Teori Hadis Kaum Orientalis

465 kali dibaca

Sudah sejak lama hadis menjadi perhatian kaum muslimin di seluruh dunia, terlebih karena ia sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Banyak sekali pelajar atau sarjana muslim yang menekuni bidang hadis. Tak heran bila di kemudian hari banyak melahirkan pakar ilmu hadis.

Tak mau ketinggalan, sarjana Barat juga mencoba menekuni hadis dengan pendekatan-pendekatan baru yang mereka bangun. Namun, banyak di antara mereka meragukan keabsahan atau kesahihan hadis.

Advertisements

Hal ini tentu dapat mengancam umat Islam sendiri, bahkan banyak ulama yang terkecoh dengan teori para orientalis, sebut saja misalnya Ahmad Amin, Rasyid Ridha, dan Muhammad Abduh.

Melihat kepongahan para sarjana Barat atau orientalis, Mustafa Azami tidak tinggal diam. Dia melakukan pembelaan terhadap hadis Nabi yang sengaja diselewengkan oleh para sarjana Barat. Dia melakukan sejumlah kritik. Mislanya, meluruskan istilah-istilah yang digunakan dalam kajian ilmu hadis dan membantai teori ‘’projecting back’’ Joseph Schacht.

Baca juga:   Azyumardi Azra, Cendikiawan yang Tak Tergoda Politik Praktis

Namun, sebelum jauh membahas ulasan ini, alangkah baiknya kita mengenal sedikit biografi Mustafa Azami dan bagaimana pemikiran serta karyanya dipertahankan di depan para orientalis.

Jebolan Cambridge

Muhammad Mustafa Azami lahir pada 1932 di India Utara, tepatnya Kota Mano. Sejak kecil dia gemar belajar. Kecerdasannya juga sudah mulai tampak. Ketika memasuki usia dewasa, Azami diarahkan oleh ayahnya untuk masuk Sekolah Islam yang menggunakan bahasa Srab.

Baca juga:   Ahmad Tohari: Santri yang Menjadi Sastrawan

Ayah Azami sangat membenci penjajah dan bahasa Inggris. Sebab itu dia mengarahkan putranya untuk memilih Sekolah Islam. Di Sekolah Islam inilah Azami mulai mempelajari hadis dengan para ulama yang mumpuni.

Setelah menyelesaikan Sekolah Islam, Azami melanjutkan studinya di College of Science Darul Uluum Deobandi dan selesai pada 1952. Kemudian dia pergi ke Mesir dan masuk ke Universitas Al-Azhar, Kairo dengan mengambil kosentrasi tadris atau pengajaran di Fakultas Bahasa Arab. Dia menyelesaikan studinya pada 1955 dan mengantungi ijazah Al-Alimiyah lalu kembali ke kampung halamanya India.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan