Musik Nusantara Bikin Bangga Jadi Indonesia

1.858 kali dibaca

Di tengah silang sengkarut perdebatan anak bangsa yang nyaris tanpa henti, aku menemukan kebersamaan dan persaudaraan yang menyenangkan di pagelaran Panggung Rakyat Pandora, Den Haag. Di sini semua orang bahagia dan gembira bersama. Mereka bebas berekspresi dan menuangkan perasaan rindu tanpa harus terganggu hiruk-pikuk atau dicurigai menjadi bagian yang pro atau kontra dari perdebatan yang sedang terjadi.

Rasanya belum lagi kering luka hati bangsa yang terbelah akibat Pilpres, kali ini bangsa (masyarakat) Indonesia disibukkan dengan perdebatan mengenai revisi UU KPK. Dan, seperti halnya perdebatan saat Pilpres, perdebatan kali ini juga sarat dengan tuduhan, caci maki, nyinyir, bahkan hoax. Dalam suasana seperti ini, siapa saja bebas bicara meski tanpa memahami duduk perkara. Bumbu agama juga digunakan untuk mempertajam perdebatan.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Jika sudah demikian, benar-salah dan baik-buruk kembali tersamar karena berbaur dalam retorika dan sama-sama terbungkus topeng suci. Yang muncul selanjutnya adalah garis pemisahkan antarkelompok yang pro dan kontra. Garis itu semakin tebal dan kuat karena dipupuk dengan prasangka dan kepentingan masing-masing pihak. Meski, tidak terlihat dan tidak berbentuk, namun garis itu ada dan nyata karena jelas terasakan.

Roadshow Ki Ageng Ganjur ke Belanda dan Aljazair kali ini menjadi semacam jeda waktu (pause time) bagi kami menikmati hiruk-pikuk perdebatan. Di Belanda, kami menemukan wajah-wajah ceria warga Indonesia. Ini terjadi karena mereka tidak terjebak dalam perdebatan yang membuat mereka tersekat. Musik dan budaya Nusantara telah menyatukan mereka dalam satu rasa gembira secara bersama-sama.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan