Jejak Bung Karno di Aljazair

1.976 kali dibaca

Jelang dini hari rombongan musisi santri Ki Ageng Ganjur mendarat di Bandara Internasional Houari Boumedienne Aljier. Suasana bandara sudah sepi, mungkin karena ini penerbangan terakhir malam itu. Kami agak tertahan di imigrasi karena ketika petugas memerikasa dan mengetahui rombongan kami adalah musisi dari Indonesia, mereka minta kami memainkan alat musik. Kebetulan, di kabin, Kang Jimbot bawa suling. Langsung saja dimainkan di depan petugas imigrasi.

Mendengar alunan seruling Kang Jimbot, semua petugas imigrasi yang ada di pos pemeriksaan segera keluar dan bergerombol menyaksikan atraksi Kang Jimbot. Untungnya, sudah tidak ada lagi penumpang lain yang harus diperiksa. Bahkan, personil Ki Ageng Ganjur yang lain yang sedang antre langsung distempel paspornya tanpa ditanya-tanya. Sayangnya, kami tidak boleh mengambil gambar momen yang unik ini. Namun, para petugas imigrasi bandara berebut mengabadikannya. Kejadian ini terulang saat pemeriksaan barang. Dan, kembali para petugas berebut mengambil gambar kejadian unik ini.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Di bandara, kami dijemput beberapa petugas KBRI, termasuk HM Taufiq Prabowo, suami Dubes RI untuk Aljazair, Safira Rosa Machrusah. Sekitar pukul 01-an kami tiba di wisma KBRI dan langsung istirahat karena jam 05.00 kami harus bangun untuk persiapan berangkat ke Konstantin  menggunakan pesawat jam 07.30. Kondisi badan yang capai setelah jalan-jalan seharian di Paris seolah tidak dirasakan oleh teman-teman. Semua karena perasaan happy dan enjoy, menikmati perjalanan serta semangat yang terus menyala.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan