Miftahul Huda, Pesantren Pertama Peraih ISO 900:2008

2.375 kali dibaca

Pengelolaan pondok pesantren tak melulu identik dengan manajemen ala kadarnya (tradisional). Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda Cilacap, Jawa Barat, misalnya, terbilang sebagai salah satu pesantren yang sukses menerapkan manajemen modern.

Bahkan, Miftahul Huda tercatat sebagai pesantren salaf pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh Sertifikat ISO 900:2008. Artinya, penerapan manajemen mutu di lingkungan Pesantren Miftahul Huda telah memperoleh pengakuan internasional. Sebab, Sertifikat ISO 900:2008 tersebut memang berkaitan dengan penerapan standar manajemen mutu yang berlaku secara internasional.

Advertisements

Sertifikat ISO 900:2008 tersebut diperoleh Pondok Pesantren Miftahul Huda pada 2012. Namun, untuk itu Pesantren Miftahul Huda harus melalui perjuangan dan perjalanan panjang hingga menjadi salah satu pesantren terbesar di Cilacap dan memperoleh pengakuan internasional.

Baca juga:   Bila Santri Galau…

Jika menilik sejarahnya, tempat di mana Pondok Miftahul Huda Cigaru berdiri megah asal mulanya hanyalah daerah rawa-rawa yang dikenal dengan sebutan Rawa Ruum. Pada 1910, KH Abdul Majid, seorang ulama asal Desa Klangon, Karanganyar, Kebumen merupakan orang yang pertama trukah atau babat alas dengan mendirikan sebuah masjid dan dibantu lurah setempat, Karmanom.

Masjid tersebut diberi nama Masjid Karmal Majid, diambil dari gabungan nama Karmanom dan Kiai Abdul Madjid. Di masjid di tengah rawa-rawa itulah pada mulanya Kiai Abdul Madjid mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat setempat.Di situ pula, ketika jumlah santri yang mengaji makin banyak, Kiai Abdul Madjid mendirikan pondok pesantren yang dikenal dengan Pesantren Cigaru.

Baca juga:   Let’s Join Dunia Santri’s “Pancasila Webinar”

Ketika kondisi KH Abdul Majid makin tua, estafet kepemimpinan diserahkan kepada putra menantunya, KH Sufyan Tsauri. Di bawah kepemimpinan sang putra menantu, dalam waktu relatif singkat, Pesantren Cigaru makin berkembang. Ribuan santri berdatangan dari segenap pelosok Tanah Air, bahkan ada yang dari Singapura dan Malaysia.

Pada masa ini Pesantren Cigaru boleh dikatakan merupakan sumber ilmu pengetahuan agama Islam untuk wilayah Cilacap dan Banyumas barat. Sosok KH Sufyan Tsauri, di samping sebagai ulama yang memiliki pandangan luas, dia juga seorang tokoh yang mampu membaca aspirasi masyarakat. Setelah wafatnya KH Sufyan Tsauri, sekitar tahun 1950-an, keadaan pesantren semakin hari semakin mundur.

Halaman: 1 2 Show All

One Reply to “Miftahul Huda, Pesantren Pertama Peraih ISO 900:2008”

Tinggalkan Balasan