PESAN DARI SAPPHO

437 kali dibaca

HYMNE

Bahkan sebelum larik musik teranggit sempurna
Di ujung jantung Mesopotamia
Aku telah menjelma lagu paling merdu
Mendampingi malam-malammu yang kelabu

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Tidak seperti Hymne to Creation
Dengan rangkaian bahasa Cuneiform
Aku lahir dari debar-debur yang ada
Dada yang tertimbus pecahan kaca

Tidakkah kau rasakan aku dalam dirimu?
Betapa segala luka lenyap hanya karena daun jatuh
Kemudian menjadi kata
Kemudian menjadi alunan instrumentalia

Akulah yang pertama kali datang padamu
Dengan seperangkat kasih yang amat sungguh

Yogyakarta, 2021.

PESAN DARI SAPPHO

Cleis, anakku
Di keramaian ini
Langit Mytilene pancarkan cahaya putih
Ada senyummu
Benderang di tiap larik yang repih

Setiap malam
Setiap tidur yang tanpa pejam
Komputer tua itu muncrat darah
Seluruh sudut kamarku berlumur kata-kata

Anakku, Cleis
Bila dewasa kelak
Kau telah cukup berani membaca karangan-karangan milikku
Baik itu kalimat pesan yang ambigu
Atau ranting bunga gugur yang kusimpul di ranjang tidurmu

Tulislah kembali semampu yang kau hendaki
Bisikkan di telingaku yang mungkin akan, atau bahkan telah tuli
Dengan penuh kebahagiaan
Kujadikan ia sangu menuju mati
Cleis

;segala bagimu, tulus aku amini

Yogyakarta, 2021.

PERKENALAN
; OfOs

Kita belum saling mengenal
Belum pernah bersentuh tangan
Tetapi dengan cukup mengenang
Aku telah menerjuni dasar hatimu
Merasakan angin yang melekap dari jauh.

Entah ada ataukkah tidak samasekali wajah seorang perempuan di situ
Kuberdoa agar sungai-sungai tak berhenti menyeru
Hutan dan hijaunya daun selalu menjadi satu.

Barangkali pada suatu kelak

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan