dunia metaverse untuk pesantren dan santri

Metaverse dan Masa Depan Pesantren

961 kali dibaca

Metaverse sebenarnya bukanla hal yang baru. Ide Metaverse sudah ada sejak tahun 1992 yang diciptakan pertama kali oleh Neal Stephenson. Ia menyebutkan pertama kali istilah tersebut dalam novelnya yang berjudu l Snow Crash. Istilah Metaverse itu mengacu pada dunia virtual 3D. Jika dipahami secara sederhana, Metaverse adalah Internet 3D.

Pada dasarnya tidak ada definisi yang berlaku secara universal untuk menjelaskan istilah Metaverse yang sebenarnya. Akan tetapi, beberapa tokoh menjelaskan metaverse sesuai dengan analisanya, seperti ventura Matthew Ball, yang merupakan penulis dari Metaverse Primer. Ia menjelaskan bahwa Metaverse adalah jaringan luar dari dunia 3D dan persisten yang mendukung kontinuitas, identitas, objek, sejarah, pembayaran, dan hak, dan dapat dialami secara serempak oleh jumlah pengguna yang tidak terbatas secara efektif.

Advertisements

Berbeda halnya dengan Meta (yang awalnya Facebook) yang menjelaskan Metaverse dengan istilah yang lebih sederhana, yaitu seperangkat ruang virtual yang digunakan untuk membuat dan menjelajahi dunia bersama orang lain yang tidak berada dalam ruang fisik yang sama.

Baca juga:   Bersyukur Mumpung "Masih Ada Waktu"

Metaverse akan menawarkan dunia alternatif yang sangat nyata bagi kehidupan manusia untuk hidup berdampingan. Dengan Metaverse, kita akan dibawa ke dalam dunia virtual tiga dimensi yang membuat kita seolah-olah meninggalkan dunia nyata dan masuk ke dalam dunia fantasi.

Metaverse ke depan akan dikembangkan dengan mengkombinasikan beberapa elemen teknologi, termasuk augmented reality (AR), virtual reality (VR), avatar holografik 3D, magic gloves, controller, video, dan sarana komunikasi lainnya di mana pengguna akan merasakan kehidupan di dalam dunia digital.

Baca juga:   Baridin dan Jaran Goyang

Penulis menganggap bahwa Metaverse adalah sebuah iterasi (pengulangan) selanjutnya dari perkembangan Internet yang mendukung lingkungan virtual 3D online yang akan terdesentralisasi dan persisten (terus-menerus).

Memvirtualkan Manusia

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan