duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

“Jogo Santri” untuk Membentengi Pesantren dari Covid-19

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Satgas “Jogo Santri Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren se-Kajen dan Sekitarnya (FKPPK) Itqonul Hakim menjelaskan, workshop diikuti perwakilan seluruh pesantren di Desa Kajen dan sekitarnya. Satgas “Jogo Santri” yang ikut workshop sebanyak 50 orang perwakilan pesantren putra dan 60 orang perwakilan pesantren putri. Workshop ini bekerja sama dengan tim Puskesmas Margoyoso I dan Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.

Menurut Itqon, Satgas “Jogo Santri” ada di semua pesantren, namun memiliki garis koordinasi dengan Satgas Jogo Santri FKPPK. “Kami tidak boleh gegabah dalam menyiapkan protokol pencegahan Covid-19 dan penanganan santri di pesantren,” kata Itqon. Ditambahkan, Satgas “Jogo Santri” juga selalu berkomunikasi dengan tim kesehatan terdekat dan Dinas Kesehatan setempat.

Advertisements
Cak Tarno

Pembentukan Satgas “Jogo Santri”, menurutnya, untuk menciptakan kegiatan belajar-mengajar yang kondusif dan aman di seluruh pesantren Kajen dan sekitarnya. Selain membentuk Satgas “Jogo Santri”, para pengurus pesantren di Kajen dan sekitarnya juga terus berupaya melengkapi sarana-prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan.

Baca Juga:   Akan Dibentuk, Holding Bisnis Pesantren

“Rata-rata pesantren telah siap 70 persen, tapi ada juga yang sudah 100 persen,” tandas Itqon. Untuk itu, imbuhnya, Satgas “Jogo Santri” akan terus melakukan pendampingan agar sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 di tiap pesantren siap 100 persen sebelum mengaktifkan kembali belajar-mengajar.

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan