Innalillahi, Mbah Dien Ploso Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. KH Zainudin Djazuli, salah satu Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, dipanggil ke rahmatullah. Ulama kharismatik yang biasa disapa Mbah Dien wafat pada Sabtu (10/7/2021) siang ini, dipastikan dipastikan terinfeksi Covid-19.

Kabar meninggalnya Mbah Dien tersebar luas di jejering WhastApp di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Jawa Timur.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Baru saja KH Zainuddin Jazuly Pengasuh PP Al Falah Ploso kapundut (meninggal dunia). Nyuwun ziadah doa kagem beliau, keluarga, sedoyo pengasuh lan santri-santri soho alumni. Al fatihah,” demikian pesan berantai yang beredar.

Baca Juga:   Pesantren di Muba Rintis Digitalisasi

Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki membenarkan kabar tersebut. Dia juga mengaku NU sangat kegilangan sosok ulama yang tegas, disiplin, dan penuh wibawa. “Beliau juga sosok risk taker,” katanya.

Apa yang diungkapkan Akhmad Muzakki tersebut didasarkan pada rekam jejak Mbah Dien yang merupakan seorang kiai yang tegas, lugas, disiplin, wibawa, berani mengambil risiko, berjiwa pembaharu. Pada periode 1960-1966, misalnya, Mbah Dien diketauui memimpin konfrontasi langsung dengan PKI.

Selama ini, almarhum juga dikenal sebagai ulama yang sering dimintai pendapat oleh petinggi negara, pejabat, dan tokoh masyarakat terkait permasalahan bangsa. Itu menunjukkan bahwa Mbah Dien merupakan sosok kiai yang tidak hanya memberikan manfaat dengan keilmuan agamanya, tapi sekaligus memperluas nilai kemanfaatan dalam urusan publik dan keumatan.

Baca Juga:   25th Ki Ageng Ganjur, Berdakwah di Jalur Kultural

Semasa hidup, Mbah Dien dikenal sebagai kiai yang memiliki jadwal mengajar sangat padat meskipun sudah terbilang sepuh. Di Pondok Al Falah Ploso, misalnya, Mbah Dien punya jadwal mengaji kitab Asymuni Sarah Alfiyah (ilmu lughot) bakda subuh. Sore hari biasanya jadwal Mbah Dien adalah mengajar Kitab Fathul Qorib, atau Ta’lim, Bidayah. Pada malam hari, Mbah Dien masih mengajar Kitab Ihya Ulumuddin atau Shohih Muslim.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan