Gadis Impian

778 kali dibaca

Hari ini begitu sejuk walaupun mentari sudah meninggi. Cuaca pagi ini sepertinya sedang mencerminkan perasaan Andri. Acara purnasiswa kelas XII menandakan bahwa mereka sudah menuntaskan proses pembelajaran di SMK Bhakti. Ada dua kabar yang membuat hati Andri berbahagia. Pertama ia lulus dengan peringkat terbaik di jurusannya. Kedua ia diterima bekerja tanpa tes di pabrik CJ Feed, pabrik pakan ternak di dekat rumahnya.

“Saya mengucapkan selamat kepada kesembilan belas siswa yang telah diterima bekerja di berbagai perusahaan melalui bursa kerja yang telah dilaksanaan beberapa waktu yang lalu. Bagi siswa yang belum diterima, kalian bisa mengikuti di lain kesempatan. Pesan saya yang terakhir kami, walaupun sudah lulus, kalian harus tetap berkarakter sehingga dapat membanggakan almamater.”

Advertisements

Saat Kepala SMK Bhakti selesai memberikan sambuta, Sapto, ayah Andri, mencolek bahu Andri.

“Aku bangga terhadapmu, Nak. Semoga kamu bisa menjadi orang sukses setelah lulus ini.”

“Terima kasih ya Pak. Insyaallah saya akan bekerja dengan giat di pabrik pakan.”

***

Terlihat ada gadis anggun sedang duduk bersama-sama calon karyawati lain di kursi merah. Wajahnya tampak paling jelita di antara yang lain. Dengan cara duduk yang anggun membuat Andri enggan menghentikan pandangannya. Sama seperti Andri, mereka mengantre untuk tes wawancara. Andri sepertinya terpesona sejak pandangan pertama.

“Andri Purnama. Silakan masuk ke ruang wawancara,” panggil sekuriti yang baru keluar dari ruang wawancara.

Andri bergegas berdiri menuju pintu yang baru terbuka. Di dalam ruangan itu, Andi bertemu dengan seorang berbaju hitam, berdasi merah, sedang duduk di kursi dengan meja di depannya.

“Mas Andri Purnama silakan duduk!”

“Ya, Bapak.” Andri mengundurkan kursi, kemudian mendudukinya.

“Anda lulusan teknik mesin terbaik di sekolah?” tanya Bapak berbaju hitam.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan