Dunia Pesantren dalam Pandangan Ben Anderson

Fungsi dari permainan lema-lema atau teka-teki berdasarkan permainan kata-kata religius itu, adalah untuk menjembatani dua tingkat pengertian. Mengambil contoh yang khas Jawa, salah satu permainan kata-kata religius yang mahsyur adalah menyangkut nama senjata gaib milik Raja Yudhistira (pahlawan dalam wayang kulit), yakni Kalimasada.

Kalimasada ini bukanlah sebuah anak panah, gada ataupun tombak, melainkan penggalan tulisan esoteris, sebuah dokumen yang tidak terpahami, tetapi memiliki kekuasaan luar biasa. (Ia bukanlah sesuatu yang “disebutkan” dalam Kalimasada sebagai sesuatu yang penting, melainkan apa yang tergores di situ, mengisyaratkan ada misi sakti yang hanya dipegang oleh orang-orang tertentu dan dalam waktu-waktu tertentu pula).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Betapa pun, sementara Kalimasada adalah simbol otentik dari tradisi budaya pra-Islam, ia toh juga menjadi acuan umum bagi lingkaran Muslim yang saleh, tetapi kini ia berbunyi sebagai Kalimat Sahadat, yakni unsur pertama dari dari lima Rukun Islam. (Bahkan, ada legenda yang melukiskan sebagaimana Yudhistira memberikan senjatanya kepada Sunan Kalijaga, salah satu dari sembilan wali utama Islam di Jawa). Contoh tebak-tebakan itu: “Kapankah Kalimasada bukanlah Kalimasada?”). Jawabnya: “Ketika ia adalah: Kalimah Sahadat”.

Baca Juga:   Menjadi Ikhlas Menurut al-Ghazali

Maka dari itu, kebijaksanaan terdalam yang diajarkan di pesantren (dan ini malah lebih serius tinimbang religiusitas masyarakat abangan Hindu-Budha di Jawa Tengah bagian selatan) berkelindan dengan laku asketik, ritual, dan telaah teka-teki berdasarkan permainan kata-kata serta pelbagai paradoks itu (prenesan).

Istilah umum yang terakhir ini adalah semacam perasaan bahwa fenomena tidak selalu berarti apa yang nampak; apa yang sebenarnya, mungkin tidak muncul sebagai penampakannya. Salah satu temuan, misalnya, adalah paradoks ungkapan kuno yang sederhana ini: Sing ana, ora ana; sing ora ana, ana (Apa yang ada, tidak ada; apa yang tidak ada, ada).

Tinggalkan Balasan