DUHAI WAKTU

Duhai waktu, kenapa cepat sekali kau bergerak
Kala aku masih bayi, kau ajak aku menjadi anak-anak
Ketika aku jadi anak-anak kau kembali datang dan mengajak
Kau tarik aku untuk ingin punya anak
Dan kau terus bergerak
Lalu kau seret-seret aku ke detik ini
Kau pisahkan aku dengan masa-masa dulu
Masa ketika bermain di halaman tak ubahnya bertamasya di taman surga
Masa ketika bola-bola kelereng begitu berharga
Masa ketika berlindung di dekapan orang tua seolah semua masalah akan sirna

Duhai waktu, telah kau seret aku menjauhi semua itu
Duhai waktu, kau jebak aku kau sekap aku
Duhai waktu, kenapa cepat sekali kau berlalu?
Ataukah aku yang terlalu lambat mengikutimu?
Ataukah aku terlena, terbuai olehmu?
Kau ajak aku berpuas-puas bermain di kala itu
Kau lalaikan masa mudaku hanya untuk kesenangan
Lalu, kau tipu aku dengan janji setiamu
Bahwa kau akan tetap bersamaku
Bahwa kita akan merenda kehidupan bersama
Kukira omongmu tak dusta, bahwa kau akan mengajakku menjelajahi lorong-lorong kehidupan
Terbang dari satu masa ke masa yang lain
Kukira jika aku bosan jadi anak-anak kau akan ajak aku terbang kembali jadi anak-anak
Atau saat aku bosan jadi mahasiswa kau akan ajak aku terbang jadi anak SMA
Atau saat aku bosan jadi pengangguran kau akan ajak aku kembali jadi mahasiswa

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Atau saat aku bingung menghidupi biduk rumah tangga akan kau ajak lagi aku ke masa remaja

Baca Juga:   BIARKAN TUHAN MENERTAWAKAN KITA

Atau saat aku takut dengan banyaknya keriput di kulitku kau akan ajak aku kembali jadi muda

Ah, ternyata kau curang,

Duhai waktu, ternyata kau omong belaka…
Dan kau telah dan terus akan berlalu
Kau damparkan aku begini rupa
Kau pisahkan aku dengan orang-orang yang kucinta:
Nenekku,
Paklikku,
Buyutku,
Temanku,
Guruku,
Semua kau lenyapkan bersama sandiwaramu
Kau ambil ketampananku
Kau pecundangi keperkasaanku
Kau renggut ketangguhan otot ayahku
Kau lemahkan tubuh ibuku
Dan sekarang kau jebak ibuku terkulai begini

2 Replies to “DUHAI WAKTU”

Tinggalkan Balasan