Dinar, Perjuangan Santri di Negeri Beruang Merah

3.338 kali dibaca

Tak berlebihan jika Rusia menjadi negara yang sangat diminati banyak orang. Rusia menjadi negara yang sangat toleran dengan ajaran Islam. Terbukti, di negeri tempat lahirnya sosialisme-komunisme ini terdapat peninggalan sejarah Islam, salah satunya Masjid The Heart Of Chechnya (Jantungnya Chechnya). Masjid The Heart Of Chechnya merupakan masjid terbesar di negara tersebut bahkan seluruh daratan Eropa. Konon, masjid yang terletak di pinggiran pantai ini diresmikan oleh Akhmad Kadyrovni dengan ukiran menarik ditopang dengan 4 menara menjulang tinggi.

Tak heran jika ada santri asal Malang, Jawa Timur, mempunyai spirit luar biasa dalam belajar di Rusia. Dia adalah Dinar Ahsan Maulana. Rupanya, di samping memang berniat belajar di Rusia, Dinar juga punya misi lain: mengabdikan diri untuk perkembangan Nahdlatul Ulama yang ada di sana.

Advertisements

Spirit mencari ilmu menjadi pemicu utama serta alasan rasional Dinar sampai di sana. Dengan bekal motivasi serta komitmen, Dinar mendapatkan beasiswa dari Kedutaan Besar Rusia tahun 2019 bersama tiga temannya. Dinar mendapatkan kesempatan untuk belajar program sarjana jurusan teknik pertambangan di Saint Petersburg Mining University Rusia.

Saat dihubungi melalui video call, Dinar menceritakan bagaimana kondisi riil NU di sana di tengah wabah pandemi global yang melanda belahan dunia. Bagaimana NU bersinegi dengan seluruh warga nahdliyin, mengamalkan ajaran Aswaja di tengah masyarakat muslim minoritas, serta tidak lupa untuk mendedikasikan waktu untuk berjuang menegakkan syiar NU ala manhaj ahlussunnah wal jamaah.

“Tantangan kami cukup menarik karena harus tetap menjaga tradisi amaliyah NU agar tidak luntur dan terbawa arus pergaulan. Islam di Rusia mayoritas amaliyahnya sama dengan NU. Jadi, mereka sangat terbuka dengan kita,” katanya.

Baca juga:   Santri Gresik Berprestasi di Lomba Dai Cilik Nasional

Untuk kegiatan keagamaan, Dinar bersama kawan-kawannya juga berkolaborasi dengan PERMIRA yang merupakan organisasi pelajar di Rusia. Dinar menceritakan, jauh sebelum adanya virus Corona, kegiatan kebanyakan dilakukan secara online karena faktor jarak yang jauh. Ada yang berada di daerah Utara Rusia, ada yang di Barat, Timur, dan juga Selatan.

Halaman: 1 2 Show All

Baca juga:   Keren, Santri Sukabumi Juara Olimpiade Internasional

Tinggalkan Balasan