Delusi Pencuri

“Min, cepat lari!” teriak lelaki yang sudah jauh di depan Rusmin.

Dengan napas yang masih memburu, keringat bercucuran, Rusmin dan Tegar menyelinap di sebuah rumah tua. Sementara di kejauhan sana, dua orang berseragam polisi dan beberapa warga sedang mencari dan mengejar mereka. Tampak sedikit sinar senter mendesak masuk ke dalam rumah tua itu. Para pengejar mulai mendekati rumah itu dan memeriksa sekitar. Beberapa cahaya kembali masuk melalui celah kayu rumah itu. Kali ini semakin terang.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

“Hai, para perampok, keluar kalian!” seru salah satu polisi yang memburu Rusmin dan Tegar.
Tubuh Rusmin menggigil. Giginya gemeretakan. Dalam kondisi itu dia teringat kepada anak dan istrinya di rumah. Kakinya terasa kaku, tak bisa digerakkan, sedangkan tangannya memeluk kedua lulutnya. Dari celah kayu rumah itu tampak para warga memegang pentungan dan yang berseragam bersiap-siap dengan pistol di tangan.

Baca Juga:   KH Abdul Hamid, Muhadits dan Penulis Kitab

“Gar, bagaimana ini kalau kita tertangkap?”

“Tenang saja, Min. Kamu kalau ketakutan begitu lucu banget, he-he-he.” Tegar terkekeh yang sukses membuat para pemburu mereka yakin akan keberadaan kedua lelaki di rumah tua itu.

“Rumah sudah kami kepung, tolong menyerahkan diri saja. Kalau tidak ….”

Belum sampai polisi itu menyelesaikan ucapannya, segerombolan warga yang ikut mengepung rumah itu mendobrak pintu rumah itu.

“Ayo, kita dobrak! Bakar saja nanti pencurinya!”

Pekikan salah satu warga itu menembus telinga Rusmin. Jantung lelaki berkumis tebal itu semakin berdetak tak beraturan. Rasanya ingin copot.

Baca Juga:   Perjamuan Sengkuni

“Tenang dulu, bapak-bapak. Jangan main hakim sendiri.” Samar-samar suara petugas itu juga terdengar. Namun, tak dipedulikan oleh warga.

“Ini dia pencurinya! Ayo bakar saja.”

Rusmin dan Tegar tertangkap oleh salah satu warga. Keadaan semakin genting. Rusmin dan Tegar diseret keluar oleh beberapa orang. Mereka disiram bensin. Untung saja dua polisi tadi berhasil meredam amuk warga yang ikut menangkap Rusmin dan Tegar. Sehingga kedua perampok itu urung dibakar.

Tinggalkan Balasan