duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Al Ittifaq, Dulu Pondok Kolot Kini Milenial

208 kali dibaca

Al-Ittifaq, pondok pesantren yang berada di Bandung, bertransformasi dari sistem pendidikan yang kolot ke milenial. Al-Ittifaq kini menjadi salah satu pesantren modern yang jadi pusat pengembangan agroindustri.

Didirikan pada 1934 di Kampung Ciburial, Desa Alamendah, Kecamatan Rabcabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Al-Ittifaq adalah tipikal pondok pesantren pada zamannya. Didirikan oleh KH Mansyur yang memiliki jiwa nasonalisme tinggi dan sangat anti-penjajah, pesantren yang berada di ketinggian Bandung bagian selatan ini benar-benar menerapkan sistem pendidikan yang dari kaca mata kekinian terbilang sangat kolot.

Baca Juga:   Seabad Al-Masthuriyah, “Pondok Tipar” Sukabumi

Sebagai pesantren salafiah, pada tahun-tahun awal pesantren ini hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama yang bersumber dari al-Quran, Kadits, dan kitab-kitab kuning (kutubus salafiyah) belaka. Bahkan, KH Mansyur mengharamkan santri menulis dengan huruf latin. Hal-hal yang berbau atau menjadi symbol modernitas juga diharamkan. Santri tidak boleh menggunakan alat-alat dan produk elektronik seperti mic, radio, televisi, dan semacamnya. Bahkan, santri juga dilarang kenal atau memiliki hubungan dengan pejabat pemerintah. Mereka masih dianggap sebagai antek penjajah.

Baca Juga:   Abdullah Cekka

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan