duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

KIDUNG LURUNG

93 kali dibaca

Kidung Lurung

Jalan itu berliku, berteman gelap, berawan pekat,

Jalan itu berlidah kelu, bernaung kelabu, seperti membatu,

Aku tak mampu berlalu,

Aku tak sanggup bertumpu,

 

Beku..

Kaku..

Jatuh..

Runtuh..

 

Kupertanyakan padaMu, mengapa jalan itu harus kutempuh?

Kupertanyakan padaMu, mengapa jalan itu seperti udara yang bahkan tak ingin kuhirup?

Kupertanyakan padaMu, bagaimana jika aku tak ingin melalui jalan itu?

Dimana ada jalan lain yang bisa kutemukan?

 

Engkau mendengarku?

Engkau melihatku?

Engkau mengetahuiku?

Aku menjauh,

Aku pergi,

Aku berlari,

Aku kalut,

Aku takut,

Aku berbalut luka,

Aku riuh enggan menerima,

 

Hingga tiba pada satu lorong panjang,

Aku lelah menjauh

Aku pergi tak menentu

Aku lelah berlari

Aku menepi, kembali pada jalan itu,

Baca Juga:   CERITA SEORANG IBU TENTANG SEORANG ANAK YANG BERJUMPA TUHAN

Jalan yang perlahan kupahami menjadi sebaik-baiknya kehendakMu, atas detak nadiku,

Jalan yang perlahan kurasakan menjadi sebenar-benarnya hadirMu, ketika kusebut kembali namaMu,

Jalan yang perlahan kulihat menjadi seterang-terangnya cahayaMu, saat gelap menghampiriku,

Jalan yang perlahan kuyakini sebaik-baiknya menjadi rahmatMu, ketika aku tak mampu lagi menjauh, pergi, dan berlari,

…………………………………….

“Fa inna ma’al-‘usri yusraa”

“Inna ma’al-‘usri yusraa”

“Fa iza faragta fansab”

“Wa ilaa rabbika fargab”

 

Mampukan aku di jalan itu,

Mampukan aku di jalanMu,

Mampukan aku atas segala jalan cintaMu..

 

Rahayu,

Omah Ijo, November 2019.

 

Keris Langit (Suduk Ketawang)

Langit tak perlu menampakkan bahwa dirinya adalah cahaya,

Dia telah mampu menghidupkan hatiku yang hampir mati,

Dia datang kepada jiwaku yang tak takut gelap,

Baca Juga:   LELAKI YANG BERDANDAN UNTUK TUHAN

Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya teramat luas,

Dia menaungi sukmaku tanpa sekat,

dengan kasih yang tiada bias,

Dia menyelimuti ragaku yg berurai mantra,

tanpa beda hitam atau putih,

 

Langit tak usah menandakan bahwa dirinya adalah kekuatan,

Dia jadikan langkahku untuk tegap setia pada kehidupan,

lalu berjalan menempuh angin, menembus kabut dan derasnya hujan,

Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi…

 

Rahayu,
Omah Ijo, 4 Desember 2019.

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan