duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Zahri yang Menyebalkan

Dasar menyebalkan! Apa maksudnya mempermainkanku dengan kata-katanya. Aku tahu, memang banyak kata yang tak bisa dipegang di dunia ini. Tapi tak harus begini juga bukan? Memang menyebalkan kamu Zahri!

“Kamu sudah lama di sini?”

Advertisements
Cak Tarno

Baru beberapa hari di pondok, pemuda itu sudah mengajak kenalan seorang gadis, terlebih lagi abdi dalem sepertiku. Padahal, kakang-kakang pondok yang sudah lama pun biasanya masih punya sungkan untuk menyapa para pembantu kiai di sini.

Baca Juga:   Pelacur yang Masuk Surga*

Itulah awal pertama kami bertemu, dan cepat saja aku memalingkan wajah dengan alis tertumpu di tengah. Namun, setelah beberapa langkah aku mendengar dia mengucapkan sesuatu.

“Dasar merepotkan,” katanya, dengan sedikit bibir tersungging ke atas.

Setelah pertemuan itu kami tak lagi bertatap muka. Meski mungkin di lain kesempatan, karena sekolah kami masih membaur antara muda-mudi. Hanya ketika pengajian kitab dan lainnya saja kegiatan terpisah. Itu tak menghilangkan kesempatan kami bertemu, meski tipis kemungkinannya. Sudah beberapa minggu sampai berganti bulan. Aku berpikir mungkin dia tak betah dengan pesantren ini. Aturannya cukup ketat bagi orang luar yang tak mengerti sama sekali dunia pesantren.

Baca Juga:   Misteri Kemenyan

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan