duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Yang Dirindukan Santri Saat Pandemi

Santri mempunyai karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda, beragam. Keragaman itulah yang membuat kiai atau pengurus pondok kadang merasa senang, kesal, kecewa, dongkol, marah, dan sekaligus kangen. Perasaan campur aduk.

Keragaman itu pula dirindukan mungkin oleh semua santri selama pandemi ini, termasuk saya; merindukan kembali saat-saat menjadi santri. Juga kerinduan seorang santri kepada para kiai, pondok pesantren, para ustadz, dan teman-teman sepesantren.

Advertisements
Cak Tarno

Namun, nampaknya bukan santri saja yang memendam kerinduan. Para kiai, pengurus pondok, dan guru-guru ternyata juga merasakan hal yang sama. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, saat banyak pondok pesantren masih menggunakan metode pengajian jarak jauh atau ngaji online.

Baca Juga:   Dari “Congkop”, Al-Amien Jadi Pesantren Tangguh

Bagi santri yang pondok pesantrennya masih menggunakan pengajian jarak jauh atau ngaji online, pasti merindukan “indahnya” hari-hari saat berada di lingkungan pondok. Kerinduan seperti ini juga sering dirasakan oleh mereka yang sudah menjadi alumni pesantren. Kerinduan-kerinduan itu biasanya hanya bisa mereka tumpahkan ketika sedang acara pondok, kumpul ngopi, atau bereuni.

Baca Juga:   Barokah Kiai dan Kisah Para Udin

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan