duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Warsa Kuasa Cinta

204 kali dibaca

Tahun baru sepatutnya ajang kelahiran ulang semua orang. Bunyi bel dan terompet malam pergantian menandai ritus peralihan: mengeluarkan yang buruk ke masa lalu, memasukkan yang baik ke masa depan.

Dalam menyikapi yang lama dan yang baru, ada dua jenis kebebalan yang harus dihindari. Seseorang berkata, “Ini tua, oleh karena itu bagus.” Yang lain menukas, “Ini muda, oleh karena itu lebih baik.” Padahal, esensinya bukanlah yang tua atau yang muda, melainkan kebaikan apa yang didapat dari yang lama dan yang baru. Dalam mengarungi masa depan, sikap terbaik adalah “mempertahankan warisan masa lalu yang baik, seraya mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”

Baca Juga:   Santri Tasikmalaya Ikuti Pendidikan Bela Negara

Centang-perenang Indonesia terjadi karena reformasi melalui trayek sesat: mempertahankan yang buruk, membuang yang baik. Tradisi korupsi lebih giat dipertahankan, tetapi tradisi pelayanan publik lebih malas dikembangkan. Kepedulian kuasa lebih diarahkan untuk mempertahankan kekuasaan dengan kiat korupsi, kolusi, dan nepotisme yang lebih bebal, ketimbang mengembangkan nilai-nilai baru pemerintahan yang baik dan bersih.

Baca Juga:   Inilah Inovasi Para Santri

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan