duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Pemahaman Kebangsaan dalam Islam: Distingsi Ranah Privat dan Publik dalam Penerapan Ajaran Ketuhanan

201 kali dibaca

Banyak orang yang memahami bahwa hubungan bangsa dengan agama kadang merupakan hal yang pelik. Ditambah lagi kondisi masyarakat yang begitu heterogen baik suku, etnis, ras, dan agama. Tercatat, hingga 2010 ada 1.331 kelompok suku di Indonesia disertai dengan 652 bahasa daerah yang berbeda . Hal itu semakin menyadarkan kita bahwa wacana kebangsaan merupakan hal fundamental yang harus senantiasa diperhatikan untuk memberi benang merah di tengah pluralitas keadaan bangsa.

Baca Juga:   Hari*ini

Representasi ruwetnya memikirkan perkara ini sudah dapat kita jumpai sejak zaman proses lahirnya negara Indonesia, di mana tujuh kata pada poin pertama Jakarta Charter (Piagam Jakarta) menimbulkan kontroversi, yang pada akhirnya dinafikan oleh butir baru Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.  Kisah sejarah ini memperlihatkan bahwa perseteruan antara paham keaagamaan dan kebangsaan sudah terjadi semenjak sedia kala, dan telah difinalkan pada saat itu juga.

Baca Juga:   Perjalanan Musisi Santri Menembus Batas Budaya

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan