duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Wajah Ibu di Bingkai Jendela

Telah sekian lamanya ibu pergi. Tiba-tiba aku merasa rindu. Ya, sangat rindu dengan wajah ibu yang teduh. Gurat kesabaran dan keikhlasan begitu jelas dalam ingatanku. Elusan tangan lembut ibu, serta tutur kata yang begitu kasih. Aku begitu kangen. Dalam pangkuan ibu, aku ingin rebah dan menumpahkan segala keluh dan kesah.

Baca Juga:   Santri Al Halim Berbagi di Tengah Pandemi

Tetapi, kini ibu telah tiada. Pergi untuk selama-lamanya. Tidak ada lagi kalimat-kalimat lembut yang selalu ibu ucapkan. Tidak ada lagi belaian tangan ibu di saat aku tidak enak badan. Tidak ada lagi panggilan sayang, yang biasa ibu lakukan di saat fajar menjelang.

Advertisements
Cak Tarno

“Nak, sudah salat?”

Aku terkesiap. Ketika ibu muncul di kaca jendela. Aku mengucek mata. Sekali lagi, dan lagi. Wajah ibu tetap ada di sana. Dengan senyum lembutnya. Dengan gurat keikhlasan yang tergambar jelas di raut wajahnya.

Baca Juga:   Segera “New Normal”, Santri Pondok Lirboyo Wajib Isolasi Diri

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan