duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Tolak Badriyah (Bagian 4)

Hari masih gelap ketika aku mendengar suara “prang” beruntun yang membuat perasaan tidak enak. Saya baru selesai melaksanakan sholat subuh dan masih menggumamkan dzikir setelah sholat. Suara “prang” itu membuat saya terdiam sejenak. Suara Mbah Nyai mengimami sholat subuh masih terdengar samar dari arah mushola putri. Saya ragu apa harus berlari ke dapur sekarang atau tidak. Dan ketika keputusan itu bahkan belum bulat, suara ribut orang bicara sudah terdengar sampai ke kamarku. Akhirnya, dengan mukena masih terpasang, saya memutuskan untuk segera menyusul ke dapur.

Baca Juga:   Wali Songo dan Budaya Cocok Tanam

Seorang santri terlihat sedang duduk memeluk lutut sambil menenggelamkan wajahnya di antara dua pahanya. Ia menangis dengan suara nyaring seperti anak-anak TK menangis. Sementara Mbak Imah, salah seorang pengurus pondok yang mungkin berhalangan sholat terlihat sedang menanyai santri tersebut sambil setengah marah-marah.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Baca Juga:   Semarak Festival Hadrah Kebangsaan di Jember

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan