Tiba di Pondok, Ribuan Santri Lirboyo Langsung Dikarantina

2,176 kali dibaca

Salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur, Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, sudah memulai menerima kedatangan santrinya. Namun, begitu tiba di pondok, ribuan santri langsung dikarantina untuk 14 hari. Hal ini dilakukan untuk mengikuti protokol kesehatan selama masa “New Normal” pandemi Covid-19.

Pesantren-pesantren di Indonesia memang sudah memulai aktivitas setelah vakum lebih dari dua bulan akibat penyebaran virus Corona. Pondok Lirboyo Kediri adalah salah satu pesantren yang mulai menerima kedatangan santri pada akhir Juni ini.

Advertisements

Sabtu (20/6/2020) kemarin, seperti dijelaskan Ketua Pesantren Tangguh Kota Kediri KH Abdul Muid Shohib kepada wartawan, sedikitnya sudah ada 2.500 santri Pondok Lirboyo yang telah kembali ke pondok. Ini merupakan gelombang pertama kedatangan santri yang dikhususkan bagi santri yang berasal dari daerah sekitar, seperti Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, dan Jombang.

Untuk memastikan kedatangan santri ini mematuhi protokol kesehatan, proses masuknya ribuan santri ke lingkungan pesantren ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian serta TNI. Tiap santri yang akan kembali ke pondok juga harus memenuhi persyaratan yang ditentukan pihak pondok. Misalnya, sebelum kembali ke pondok, tiap santri harus sudah melakukan isolasi mandiri di kediaman asal yang dibuktikan dengan keterangan dari RT/RW setempat. Selain itu, santri harus menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.

“Para santri juga tidak diperbolehkan menggunakan angkutan umum saat berangkat ke pondok. Kedatangan mereka dikoordinir oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) di daerah asal masing-masing,” kata KH Abdul Muid Shohib.

Saat sudah berada di dalam lingkungan pondok, para santri juga belum diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar. Mereka masih harus mengikuti karantina 14 hari. Selama masa karantina, kegiatan santri akan diatur panitia yang dibentuk pondok. Selama karantina juga akan dilakukan tes kesehatan dan pemberian suplemen setiap hari. Setelah masa karantina selesai dan santri dinyatakan sehat, barulah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan