duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Tentang Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Belakangan Pancasila seperti diuji kembali. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, Pancasila sering menjadi bahan perdebatan dalam forum-forum kecil dan forum berkelas nasional. Setidaknya ada dua sudut pandang jika disederhanakan. Pertama, Pancasila menjadi ideologi yang kuat namun para elite gagap saat mendiskusikannya. Kedua, memsyarakat memang masih mengakui bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa, namun masih memerlukan “pembuktian nyata” akan kebenarannya sebagai falsafah bangsa.

Baca Juga:   Sambut Kedatangan Santri, Pondok Daarul Mughni Disemprot Disinfektan

Sejak mula, Pancasila sebagai ideologi sudah menjadi kesepakatakan final. Namun, terasa aneh jika akhir-akhir ini Pancasila masih diperdebatkan statusnya sebagai “ideologi final”. Perlu dicermati sebenarnya apa yang terjadi di balik gejala ini.

Advertisements
Cak Tarno

Saya setidaknya melihat bahwa konteks Pancasila saat ini dan dulu sudah berbeda. Pada 1 Juni 1945, saat Presiden Soekarno memberikan pidato dengan judul ‘Lahirnya Pancasila’, konteks Pancasila hadir atas dasar sebagai jawaban dari hiruk-pikuk yang terjadi saat itu. Sehingga, masyarakat secara sadar meyakini bahwa untuk hidup dalam ketidakseimbangan ini perlu adanya arah yang menyeimbangkan, dan penyeimbang itulah bernama Pancasila. Tentu saja dalam konteks ini, Pancasila menjadi sesuatu yang final karena menjawab tantangan zamannya. Terlebih, pengamalan Pancasila pada zaman dahulu sangat kental, meskipun tak ada sebutan “Pancasilais” bagi pengamalnya.

Baca Juga:   Artefakisasi Sejarah Cermin Hegemoni Pengetahuan

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan