duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Tamu Tengah Malam: Tradisi Silaturrahmi Santri

802 kali dibaca

Waktu sudah menunjukkan hampir jam 00.00 dini hari. Telepon istri saya berdering. Ternyata dari Gus Muwafiq. “Gimana dik, jadi ke rumah?” demikian istri saya bertanya kepada Gus Muwafiq yang ada di ujung telepon.

Baca Juga:   Corona Mewabah, Momentum Menjaga Imun dan Iman

Sore itu kami memang bermaksud silaturrahmi ke rumahnya, karena kebetulan kami sedang berada di Yogyakarta. Tapi, dia bilang lagi sibuk. Nanti dikabari setelah selesai acara. Kami memahami kesibukannya, sehingga menunggu saja kabar darinya.

Sampai akhirnya dia menelepon istri dan bilang, “Biar aku saja yang sowan ke tempat sampean Mpok (demikian dia biasa panggil istri saya), supaya bisa ngobrol lebih santai. Kalau di rumahku kita tak bisa pisuh-an karena banyak tamu.”

Baca Juga:   Sastra Pesantren: Geliat Emansipasi dan Belenggu Kategori

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan