duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Tabib Palsu

Agus dibuat jengah dengan polah tingkah bapaknya yang sejak tadi pagi memarahi anak-anaknya.

“Kakek jahat, Yah,” dengus putra keduanya yang masih berumur tiga tahun.

Advertisements
Cak Tarno

“Kami disuruh main di luar rumah,” putra pertamanya ikut mengadu.

Baca Juga:   Ribuan Santri Mustafawiyah Sudah Kembali ke Pondok

Dengan keringat yang masih membasahi kausnya, Agus menaruh keranjang sayur yang baru dipakai jualan keliling kampung. Dia bergegas menuju kamar bapaknya. Orang tua itu sedang meringkuk berselimut sarung. Dipegangnya tubuh orang tua itu. Ternyata dia sedang sakit gigi. Muncullah rasa kasihan mengganti rasa jengah itu. Sejenak ia teringat pada saat masih mondok, belasan tahun yang lalu. Saat itu dia sedang sakit gigi. Lalu Kiai Majid menyuruhnya mencari daun sirih. Benda itu dia kunyah, lalu dioleskan pada gigi Agus. Seketika sakit giginya berangsur-angsur sembuh.

Baca Juga:   Desa Mistis

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan