SIAPA YANG DITUNGGU WAKTU

135 kali dibaca

LUPA WARNA

kepala puisiku hitam
hatinya biru
tangannya ungu
wajahnya kuning
kakinya hijau
jantungnya abu

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

tapi semenjak gedung-gedung ditancapkan
dan pepohonan disingkirkan
ia kehilangan spidol
di dalam dirinya

Wonokromo, 7 Januari 2022.

DUA AKU DALAM DIRIKU

aku melihat gulungan ombak mendebur
di sekujur tubuhmu
gerombolan ikan sewarna-warni lampu LED
kepompong merambat pelan
mengintip canggung
tetapi seperti anomali
daun-daun rontok dari alismu
kaok sepasang gagak dan rumah kosong berdebu

kau basah sekaligus kerontang?

Kita selalu berhenti di sebuah persimpangan
bingung mencari penutup kalimat yang akurat:
tanda tanya atau koma
sebab titik selalu lebih rumit dari keduanya
sepasang mata kita bersaksi dunia begitu luas

tapi kita tak pernah kemana-mana

Jangan membisu, kekasih
beritahu mengapa aku bersedia menanggung asin
menyalin warna biru
dan sengaja menyelami kedalamannya?
biota rasa di dadaku tak punya gentar
berkecipak girang

seberapa banyak kesia-siaan berserakan di sepanjang jalan?

carilah jawaban itu, kekasih
bertanyalah pada musim yang meranggas di bibirku

mau kemana kita?

Wonokromo, 4 Januari 2022.

SIAPA YANG DITUNGGU WAKTU

pagi tidak kemana-mana
hari masih selembar kertas
yang akan hangus
disengat matahari
air keruh di tubuh
mendidih lagi

bulan terbang tanpa tali
seperti layangan putus
dan berbisik lirih sekali
sambil menulis gerimis
garis-garis tipis

sementara balon terus mengeras di kepala

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan