duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Semakin Besar Nafsu, Semakin Dangkal Akal

314 kali dibaca

Dalam kitab Uqud al Lujain disebutkan: “Idza Qama Dzakar al Rajul, Dzahaba Tsulutsa ‘Aqlihi.” Artinya, jika penis laki-laki sudah berdiri, maka hilanglah dua pertiga akalnya (Nawawi, 94).  Ungkapan ini mencerninkan, semakin seseorang bernafsu, dikuasai berahi, maka akalnya semakin kecil dan dangkal. Mau profesor, doktkor, pemimpin, dan tokoh agama, jika sudah dikuasai berahi, maka kelakuannya akan sama dengan orang yang tidak berpendidikan. Menabarak aturan, etika, dan moral seperti orang tak beradab, karena akalnya tidak berfungsi maksimal.

Baca Juga:   Melacak Jejak Islam di Tulang Bawang

Pernyataan tersebut tidak hanya berlaku dalam konteks nafsu berahi yang terkait dengan persoalan seksualitas, tetapi juga berlaku dalam konteks sosial secara umum. Misalnya, jika nafsu kekuasaan dan ambisi untuk menyerang lawan sudah sampai ke ubun-ubun, seperti layaknya nafsu berahi yang memuncak, maka akal akan menjadi dangkal dan sempit. Apa pun, perkataan dan tindakan lawan akan dijadikan bahan untuk menyerang. Akan dieksploitasi untuk menghasut dan membakar emosi massa, untuk menyerang dan bikin gaduh. Sekalipun, pernyataan tersebut benar secara rasional bahkan secara moral.

Baca Juga:   Menjadi Indonesia

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan