Segunung Sekam

1,883 kali dibaca

Pagi-pagi I’am sudah menyambangi warung langganannya. Setelah duduk dan memesan segelas teh hangat dia celingukan. Matanya menggerayangi berbagai gorengan yang ada di depannya, juga pada jajanan yang bergelantung di sudut-sudut meja warung. Namun setelah sekian menit dirinya masih belum melakukan tindakan apa-apa.

Tangan kirinya menyangga kepala. Tangan kanannya mengambil gelas teh, dan bibirnya menyeruput minuman itu dengan nada khas. Setelah masuk ke tenggorokan lalu mulutnya berdesis puas. Tangan kirinya masih di tempat semula, sedang tangan kanannya mulai merogoh saku celana. Matanya mulai mencuri pandang ke sakunya. Seperti pencurian pandang seorang lelaki pada gadis yang dia suka. “Lima ribu, aman, aman,” ucapnya puas dalam hati.

Advertisements

Bukannya dia tak memikirkan untuk ke depannya. Karena selembar uang yang ada di sakunya adalah yang terakhir. Kadang I’am sendiri berpikir apa yang lebih penting dari saat ini. Memikirkan kekurangan diri sendiri dan menikmatinya adalah salah satu jalan. Dan merencanakan sebuah harapan adalah jalan di sisi lain yang akan di wujudkan setelahnya.

Namun, dia akan menikmati seratus persen waktunya saat ini.  Karena uang di sakunya cukup untuk membayar teh hangat pesanannya. Dan juga dia masih mempunyai hak untuk mencomot satu atau dua buah jajanan dari tempat bersemayamnya, yang telah dia lirik-lirik sejak sebelum tangannya masuk ke saku.

Tak lama seorang kawan datang. Ternyata dia adalah Jismu, seorang adik kelas I’am saat SMP dulu.

“Cak, kok sendirian aja,” sapanya.

“Ah, memang sejak kapan aku kalau ngopi ngajak pacarku,” kelakarnya.

Mereka berdua memang bagai kawan lama yang jarang ketemu. Selalu ada pembahasan menarik yang mereka gelar di teras-teras warung yang mereka singgahi. Tapi sebelum itu I’am mengamankan keadaan, dipanggilnya sang penjaga warung, lalu membayarkan selembar rupiah terakhir yang ada di kantungnya itu. Dia berjaga-jaga agar uang itu tak lenyap diutang juniornya tersebut, misalnya.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan