SEBUAH MEMOAR DI MAKAM GUS DUR

265 kali dibaca

SEBUAH MEMOAR DI MAKAM GUS DUR

tak kutemukan sorak-riuh
seperti gemuruh di istana
hanya ada getar bibir yang
membuat tubuh gemetar

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

di sebuah nisan dan bebunga
kantuk berselamat tinggal
kepada sepasang nanar mata
menciptakan memorabilia

dedoa hanya sampai sayup
di telinga sedang di balik dada
tak ada yang bisa diungkapkan
kata-kata dan dibahasa-isyaratkan

sepasang tengadah tangan,
ucap bibir, dan tunduk kepala
merapal-melangitkan dedoa
yang bisa saja jatuh dan patah

di sini, segala seperti sia-sia:
sesuatu yang akan dihadiahkan
telah jauh hari tercukupi bahkan
mampu meluberi yang kemari

al bashiroh, 2021.

POTRET KESEDIHAN DI TENGAH KOTA

sekali lagi kita masih menjadi
sepasang lengan yang enggan
saling silang dan tolak peluk
saling dekap rapat

tak pernah tercipta desah
antara hirup-embus napas
tak pernah muncul getir-getar
kelenjar di antara kita

kau tahu, dunia semakin entah
segala sedih dibangun sedemikian
megah di tengah kota dan orang-
orang dengan bahagia memotretnya

sialnya kesedihan kita
ada di sana

tambakberas, 2021.

KEMATIAN PADA SEBUAH ANGKA
: frh

pada angka itu akhirnya tiba
kau datang dengan sedikit cemas

kau tak terlalu suka naik gunung
tetapi jalan rumahmu telanjur

menikung bergelombang memangku
nenasib yang kian di ambang kecemasan.

kotamu semakin mati dari mencintai
pun di depan rumahmu kematian

telah menanti dengan menyamar
dan tak diketahui seseorang.

jejalanan telanjur menikung, h

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan