Sapparan Budaya, Festival Merawat Kearifan Lokal

681 kali dibaca

Bertempat di Gedung Islamic Center Bindara Saod, Batuan, Sumenep, Madura, malam Sabtu, 17 September 2022 resmi dibuka “Festival Sapparan Budaya”. Festival yang akan berlangsung hingga Senin, 19 September 2022 ini mengusung spirit untuk merawat kearifan budaya lokal, khususnya di masyarakat Sumenep.

“Festival Sapparan Budaya” ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Sumenep. Pembukaan “Festival Sapparan Budaya” inidi hadiri oleh para pejabat pemerintahan, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga Pemerintah Kabupaten Sumenep. Hadir juga para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep KH A Pandji Taufiq dan Ketua Lesbumi NU Sumenep Kiai Homaidy.

Advertisements

Pembukaan festival diawali dengan suguhan seni macapat (Mamaca Kalenengan) dari Paberasan Sumenep dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta disusul dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia raya dan Syubbanul Wathon, juga Pojhien.

Baca juga:   Pengasuh Pondok Tambakberas Jombang Wafat

Dalam sambutannya, ketua PCNU Lesbumi Sumenep Kiai Humaidi mengungkapkan, festival ini diselenggarakan untuk membangun spirit merawatkearifan lokal yang dicontohkan para ulama terdahulu, khususnya Wali Songo.

“Malam Salekoran (malam tanggal 21) yang dihelat di bulan Shafar kami jadikan momentum untuk berefleksi bahwa dengan adanya tradisi dan kebudayaan di Sumenep tidak lepas dari tangan dingin para ulama, khususnya tokoh walisongo,” katanya.

Hadir pula dalam festival ini adalah Inayah Wulandari Wahid, putri Gus Dur yang kehadirannya mewakili Pengurus Lesbumi Pusat. Dalam orasinya, Inayah Wahid banyak menjelaskan tentang perlunya merawat kearifan budaya lokal. “Peradaban dan kebudayaan kini hampir punah, maka dengan demikian justru harus tetap dijaga dengan kata lain tidak mengurangi rasa patuh kita terhadap norma-norma yang ada,” ungkapnya.

Baca juga:   Santri Tebuireng Jombang akan Dikarantina Dua Pekan

Gelaran festival ini masih akan berlangsung hingga besok. Pada Ahad ini, misalnya, digelar seminar budaya bertajuk “NU Multikultur-art”. Seminar ini menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain; Networker Kebudayaan Halim HD, Dr Irene Camelyn Sinaga, M.Pd, Pengamat Kebudayaan KH Muhammad Salahuddin A Warits, dan juga KH Jadul Maula.

Halaman: 1 2 Show All

3 Replies to “Sapparan Budaya, Festival Merawat Kearifan Lokal”

Tinggalkan Balasan