Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Qiraat di Indonesia

164 kali dibaca

Sejarah kajian Al-Qur’an di Nusantara dapat ditelusuri sejak masuknya Islam ke Nusantara. Tentu, perkembangan kajian Al-Qur’an di sini sedikit berbeda dari perkembangan yang terjadi di dunia Arab yang merupakan tempat turunnya wahyu, termasuk banyak qiraat yang berkembang. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya dan bahasa.

Di Nusantara, proses pemahaman Al-Qur’an terlebih dahulu dimulai dengan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Nusantara (dulu: Jawa dan Melayu), baru kemudian dilakukan penafsiran yang lebih luas dan rinci. Bahkan, perhatian kepada qiraat dalam kajian Al-Qur’an baru ditekuni awal abad ke-20, karena sebelumnya para ulama Nusantara berfokus pada keilmuan lainnya dalam menyebarkan ajaran Islam.

Advertisements

Adapun, Abu Bakar membagi pengajaran Al-Qur’an di Nusantara atas dua metode: Pertama, diberikan di rumah atau langgar. Metode ini dilakukan dengan cara guru membaca dan murid mengikuti bacaan gurunya tersebut sambil lalu melihat dan menunjuk kepada huruf-huruf hijaiyyah yang sedang dibaca.

Baca juga:   Media Dakwah Digital

Setelah itu, murid diminta untuk membaca sendiri secara berulang-ulang yang kemudian bacaan tersebut disetor kepada gurunya. Metode tersebut cukup bagus dan dilakukan secara berturut-turut hingga para murid benar-benar menjadi mahir dalam membaca Al-Qur’an.

Kedua, diberikan di pesantren dan madrasah. Selain dilingkungan pesantren, lingkungan perguruan tinggi pun berpotensi menjadi tempat pengembangan tradisi pembelajaran dan penghafalan qiraat sabah.

Berikut akan dijelaskan secara terperinci mengenai pertumbuhan dan perkembangan serta pola pelestarian ilmu qiraat di Indoensia.

Baca juga:   Nasionalisme Indonesia di Era Orde Baru

Perkembangan Ilmu Qira’at

Pertumbuhan dan perkembangan ragam qiraat pada masa keemasannya terjadi berbad-abad lampau, dimulai pada abad pertama hingga masa kodifikasi (abad ke-2 H). Lalu pada permulaan abad ke-2 H, Ibnu Mujahid sudah mulai memfokuskan pada qira’at sab’ah.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan