Santri Gresik Berprestasi di Lomba Dai Cilik Nasional

1.504 kali dibaca

Tak berlebihan memang jika Gresik mendapat julukan sebagai Kota Santri. Bukan hanya karena di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjamur pesantren, melainkan juga karena santri-santri yang dihasilkan pun adalah santri unggulan yang mampu bersaing. Setelah kemarin seorang santriwati bernama Indana Badiah menyandang predikat terbaik kedua dalam ajang lomba Tilawah Quran tingkat internasional, sekarang giliran Mohammad Ali Azis, seorang santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik berhasil mengharumkan Kabupaten Gresik di tingkat nasional.

Santri Ponpes Mambaul Ulum Gresik ini melaju ke babak final lomba dakwah nasional yang diselenggarakan secara daring di Pondok Pesantren As’adiyah Wajo, Sulawesi Selatan. Ia mampu menyisihkan kurang lebih 1.300 peserta di seluruh Indonesia, untuk menuju tiga besar finalis.

Advertisements

Awalnya, bocah berusia 12 tahun ini mengirimkan video dakwahnya kepada panitia. Kemudian, dia dihubungi panitia untuk dikonfirmasi dan diberi waktu empat hari menyiapkan tema dakwah untuk menampilkan yang terbaik, kemudian dilombakan menggunakan aplikasi Zoom. Ia mendapatkan penilaian langsung dari juri.
“Alhamdulilah masuk tiga besar, poinnya tertinggi, penentuan juaranya tanggal 17 Juni besok. Sekarang masih dinilai melalui jumlah viewers di Youtube. Mohon doanya,” ungkap Siti Mumainnah, Ibunda Ali Aziz.

Baca juga:   SELAMAT PAGI, KEKASIH

Kesuksesan Ali Aziz memang tak terlepas dari peran ibunya yang terus mendampingi dan membimbingnya dari kecil. Sebelum mengikuti lomba dakwah tingkat nasional, Ali Aziz banyak mengikuti lomba-lomba dakwah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Latihannya setiap hari dengan menghafal. Satu hari satu paragraf. Alhamdulilah senang sekarang sudah hafal delapan tema dakwah,” tambah Siti.

Baca juga:   Sepinya Gerakan Puisi

Ali Aziz juga memiliki semangat yang tinggi untuk terus mengembangkan prestasinya. Ia mengaku akan terus menambah pengetahuan tentang dakwah agar bisa menjadi da’I seperti yang diimpikan kedua orang tuanya. “Ini akan menambah semangat untuk berprestasi lebih baik lagi,” ujar Ali Aziz.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan