duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Santri dan “Ngalap Berkah” Kiai yang Dipandang Feodal

Bagi para santri, kiai adalah simbol keteladanan dalam bertauhid dan berjihad dalam jalur ilmu. Oleh sebab itu tidak jarang jika santri memiliki sifat tawadhu’ yang sangat luar biasa kepada kiai. Namun, jika dibenturkan dengan pengetahuan empiris, tentu saja hubungan santri dan kiai tersebut akan terkesan vertikal dan sangat feodal. Namun bagi saya, pengetahuan modern tidaklah bisa menampung semua aspek ilmu Allah dan belum bisa menguraikan konsep “berkah” sehingga banyak sekali lelaku santri kepada kiainya yang disalahartikan dan terkesan dipaksakan untuk memenuhi ruang ilmu modern.

Baca Juga:   Dunia Pesantren dalam Pandangan Ben Anderson

Ngalap berkah, pasti santri mengetahui betapa berharganya “perlombaan” itu. Santri rela berlari-larian untuk merebut kopi kiai yang masih tersisa di gelas. Santri rela sikut-sikutan untuk mendapatkan sisa air putih dari gelas kiai. Santri juga rela berdesak-desakan untuk mencium tangan kiai dan berlama-lama memegang tangan kiai. Ada apa sebenarnya dengan pendidikan pesantren ini, kok kelihatannya berbeda dengan penuntut ilmu modern. Sepertinya ada ruang kosong yang tidak dimiliki penuntut ilmu modern yang jauh dari budaya luhur ini.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Baca Juga:   Syekh Yаѕіn, Ulаmа Berdarah Minang yang Disegani Dunia

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan