SAJAK CINTA UNTUK MARLINA

SAJAK CINTA UNTUK MARLINA

i/
aku tak pernah berencana menghemat rindu
atau menyimpan separo hati
dalam rahasia para koruptor.
burung-burung dalam kepalaku
kian merdu_siulnya.
sungai-sungai dalam jiwaku
sangat jernih_wajahnya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

ii/
aku hendak menyanyi. menyanyikan namamu.
dengan bibir yang kupinjam dari pelacuran.
di jantung malam.

iii/
jarimu meraba masa lalu yang
berserakan di jalan terjal.
pohon-pohon berhenti menari.
di rantingnya, termangu seekor camar
menatap gerai rambutmu: tumbuh bunga-bunga.

iv/
seandainya tuhan tidak maha di atas maha,
aku beriman padamu jua.

Cabeyan, 2021.

EPITAF PENYAIR GALAU

Baca Juga:   Klaster Covid-19 Pesantren di Kajen Berakhir

ia pergi ke sebuah kafe
dengan sisa cium di alun-alun.
bulan mengintip di jendela tanpa kaca.
angin membisikkan serenade perpisahan
tiba-tiba ia menangis dalam puisi
yang dicipta sendiri.

ia berkhayal
seorang perempuan dari negeri surga
rebah di pangkuannya.
nyamuk tertawa_terbahak-bahak.
di matanya, kenangan berenang
serupa ikan di sungai lazuardi.

ia tak mendapati
lembut tangan kekasih
dan memutuskan pergi.

ia punya suaka. bernama kata-kata.
namun sering dikepung banyak sengsara.
kalimat-kalimat berjatuhan
dari tangan tuhan
pada pipi mawar yang ditanamnya.

Cabeyan, 2021.

TIUP LILINNYA
-6 september

Baca Juga:   SEORANG PEJALAN DAN KEGELISAHANNYA

nanti aku datang padamu,
sebagai lilin
menolak mati
selain tersentuh desah bibirmu
malam malam

tanpa kado sunyi
tanpa bising nyanyi

tak meleleh aku
utuh seperti yang dirindu
menciptakan bayang
pada usia yang tanggal

sambut aku
tiup kobar api kepalaku
sambil merapikan angka
pada kalender tua renta

Yogyakarta, 2021.

ilustrasi: pinterest.

Tinggalkan Balasan