Potret Pesantren Mandiri (4): Al-Imdad Bantul

321 kali dibaca

Pada mulanya hanya sebuah majlis taklim. Namun, KH Humam Bajuri dengan sabar dan tekun mengelola majlis taklim itu bertransformasi menjadi pondok pesantren. Kini, Al-Imdad menjadi salah satu dari 9 percontohan mandiri dengan sedikitnya 9 unit usaha dan jaringan pemasarannya, I-Mart.

I-Mart Pesantren Al-Imdad.

Pondok Pesantren Al-Imdad yang berada di Dusun Kauman, Wijirejo Pandak, Bantul, Yogyakarta ini memang dirintis oleh KH Humam Bajuri. Ceritanya, sepulang dari nyantri di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Kiai Humam mulai mengadakan majlis taklim pada awal 1980-an.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Ketika jumlah santri yang ikut mengaji dalam majlis taklim tersebut semakin banyak, Kiai Humam kemudian membeli sebidang tanah. Di atas bidang tanah tersebut ada sebuah bangunan kuno yang kemudian dimanfaatkan untuk keperluan majlis taklim. Inilah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Al-Imdad itu.

Sedikit demi sedikit Kiai Humam juga mulai membangun untuk tempat pengajian, termasuk pondok untuk mukim santri yang datang dari jauh. Kemudian pada 1984 didirikan bangunan khusus untuk tempat pengajian para santri sekaligus dengan dana jerih hasil jerih payah sendiri.

Setelah 12 tahun berkembang sebagai pondok pesantren, pada 1996 KH Humam Bajuri wafat. Pengelolaan Pesantren Al-Imdad kemudian diteruskan oleh oleh istrinya, putranya, dan semua saudara-saudaranya yang lain.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

5 Replies to “Potret Pesantren Mandiri (4): Al-Imdad Bantul”

Tinggalkan Balasan