Pewaris Takhta

628 kali dibaca

Suara pecahan piring itu membuyarkan lamunanku. Aku segera ke dapur menuju sumber suara itu. Ternyata ibu sedang mencuci setumpuk piring setelah ada banyak pembeli di warung kami. Aku segera membantu ibu membereskan semua pekerjaan yang ada di dapur. Maklum, hanya aku, adik perempuanku, dan ibu saja yang ada di rumah ini.

Ayahku sudah lima tahun lalu meninggalkan kami. Lebih tepatnya ayah wafat setelah menderita serangan jantung yang tanpa kami tahu sebelumnya. Ayah yang selalu terlihat sehat-sehat saja kala itu tiba-tiba merasa dadanya sakit sehingga meminta diantarkan ke rumah sakit. Setelah itu, tak ada cerita lagi tentang ayah. Ayah meninggalkan kami begitu cepat sehingga memaksa ibu menjadi orangtua tunggal bagi aku dan seorang adik perempuanku.

Advertisements

Sepeninggal ayah, ibu menjadi satu-satunya tulang punggung bagi keluarga kami. Untungnya, ibu adalah seseorang yang berjiwa tangguh. Ibu kami adalah seorang wanita yang luar biasa. Ibu bekerja keras demi kami, anak-anaknya, supaya bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik. Ibu membuka warung makan di depan rumah kami. Memang tak seberapa besar warung milik ibuku, tetapi pembelinya lumayan banyak. Harus aku akui, masakan ibuku memang luar biasa enak. Tak heran banyak pelanggan dari berbagai kalangan yang silih berganti mampir ke warung kami. Mulai dari para karyawan pabrik yang tak jauh dari rumah kami sampai anak-anak kos yang ada di sekitar rumah kami.

Baca juga:   Rumah Asyrofiyah

Sedangkan aku, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini aku masih berkuliah di salah satu universitas negeri di kotaku. Dan alhamdulillah sejak memasuki bangku kuliah sampai semester empat ini, aku mendapatkan beasiswa. Jadi tak terlalu berat juga beban ibuku untuk menyekolahkan aku. Meskipun begitu, di sela-sela waktu kuliah aku tetap membantu ibuku untuk melayani para pembeli di warung makan kami. Jika adikku sedang tak sibuk, adikku ini juga membantu ibuku di warung. Adik perempuanku ini masih bersekolah di salah satu madrasah negeri di kota kami. Sejak ditinggal ayah, rasa kebersamaan kami memang erat.

Baca juga:   Jalan NU

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan