Pesantren dan Isu Perundungan

1.080 kali dibaca

Pemberitaan tentang perundungan dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren belum lama ini mewarnai ruang jagat maya. Sekadar gambaran, saat kita melakukan pencarian artefak sebagai jejak pemberitaan perundungan dan kekerasan santri melalui mesin pencari berita lewat google.com, maka secara otomatis kita dapat menemukan ribuan konten berkait. Tidak hanya konten tentang berita terjadinya peristiwa perundungan dan kekerasan, tetapi juga menampilkan konten berupa gagasan para pakar, praktisi, bahkan juga para pimpinan institusi tertentu membincang persoalan perundungan dan kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Artikel ini menempatkan artefak jejak pemberitaan isu perundungan dan kekerasan dalam ruang-ruang virtual, sebagai persoalan komunikasi media virtual yang berimplikasi pada potensi munculnya gejala krisis dan memberikan ancaman kepercayaan masyarakat terhadap citra pesantren (distrust). Padahal, citra pesantren di mata publik selama ini marwahnya dikenal sebagai pusat pendidikan Islam dan tempat penggemblengan karakter santri.

Advertisements

Derasnya arus pemberitaan perundungan santri dalam ruang-ruang virtual ini, selain menjadi alarm bagi kelangsungan pengelolaan lembaga pesantren, juga menjadi ancaman tersendiri bagi pesantren, sebab reproduksi pemberitaan perundungan ini harus menuai respons dan kecaman dari khalayak virtual. Seperti pemberitaan peristiwa perundungan yang berujung maut seorang santri di salah satu pesantren modern di Jawa Timur belum lama ini. Meskipun dalam menyikapi kasus ini pihak pesantren telah merespon dengan cepat, namun viralnya pemberitaan perundungan di ruang maya ini juga memicu percakapan berkepanjangan bagi netizen, sehingga isu perundungan ini menjadi perbincangan publik.

Baca juga:   Dik Sulastri

Diakui bahwa lahirnya media siber sebagai ruang publik baru, diiringi dengan lahirnya khalayak baru dengan karakteristik yang lebih interaktif. Tentu, karakter khlayak  semacam ini menjadikan pemberitaan isu perundungan dan kekerasan santri berkembang liar dengan cepat dan membentuk opini publik.

Bagaimana pesantren harus menghadapi terpaan pemberitaan perundungan? Sebuah pertanyaan dasar ini menjadi bahan refleksi kita bersama. Mengingat, pemberitaan isu perundungan ini apabila tidak segera dimbangi dengan informasi lain tentang performa wajah sesungguhnya pesantren, dikhawatirkan dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan pesantren dimasa mendatang.

Baca juga:   Bencana dan Krisis Ekologis

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan