JAZIRAH MIMPI

724 kali dibaca

MENEMPUH JAZIRAH MIMPI

Untuk sementara berdiamlah di kamarmu, adik
Meski kutahu jiwamu tak pernah damai dengan hardik kerinduan
Aku juga tak punya banyak rumus untuk mensiasati air matamu
Tetapi di sini, cinta akan tetap kugembala dengan gerimis yang amat sunyi

Advertisements

Bukan karena apa-apa, adik
Di kotaku jalanan terlalu bising oleh kebingungan
Hingga sepi membuatku hanyut ke dalam metafora kematian
Dan jiwaku terimpit oleh keblingsatan zaman

Suatu saat setelah kukhalwatkan lukamu
Akan kutempuh dirimu dengan zikir panjang para musafir yang azali
Dan kita akan bertekad melintasi jazirah-jazirah mimpi
bernama puisi.

Baca juga:   SEPOTONG MERDEKA UNTUK IBU

Gajah Wong, 2022.

KEMENANGAN

Kupilih sunyi agar dapat menemukanmu
Sebab di luar cuaca amat perih dan menyesakkan
Sebenarnya aku tak begitu pandai membaca warna dan bayang-bayangmu
Hingga luka membaptisku jadi jiwa yang rawan

Tetapi, di antara barisan kisah kebisuan
Aku selalu menyebutmu kemenangan
Dari segala kengerian cinta dan kenangan
Yang kerap menjulurkan nasib bebatuan

Maka bagiku tak berlaku segala kengiluan
Meski terkadang kusimak engkau
Sebagi ikhwal bagi setiap petualangan
Dan pada kegigihan waktu kujabarkan namamu
Agar jiwaku tak lengah oleh prosa-prosa kerinduan.

Baca juga:   MADRASAH PUISI

Gajah Wong, 2017.

SEPASANG MATA
(untuk Aafi)

(I)

Dari dua bilik berjauhan
Engkau sepasang mata yang rawan
Tetapi tatapmu barangkali telah menziarahi bintang-bintang
Sesekali jenguklah ke luar jendela

Barangkali masih ada sepasang mata
yang menyerah pada soal-soal senja
Atau tentang bunga-bunga bermekaran
yang tak pernah damai dengan puisi.

(II)

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan