foto halaqah fikih safar pp al anwar 3

Pesantren Al-Anwar 3 Sarang Gelar Halakah Fikih

155 kali dibaca

 

Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang mengadakan Halakah Fikih Safar pada Ahad (23/6) malam. Halakah yang diselenggarakan di Sport Center Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang ini diikuti oleh para santri dan pengurus Pondok Pesantren Al-Anwar 3.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3, Dr KH Abdul Ghofur Maimoen menyampaikan sambutan sebelum halakah dimulai. Kiai Ghofur menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya halakah tentang fikih safar ini.

Advertisements

Sebelum halakah fikih safar ini, Pondok Pesantren Al-Anwar 3 juga pernah menyelenggarakan halakah fikih haid dengan narasumber Kiai Muhammad Sa’udi.

“Sering disampaikan bahwa peradaban Islam itu peradaban fikih. Ḥaḍarah al-fiqh. Kalau dibandingkan dengan Kristiani itu, ḥaḍarah-nya ḥaḍarah teologi. Sekolah, kalau sekolah keagamaan Kristen itu yang dibahas teologi,” ujar Kiai Ghofur.

Selaku narasumber, Kiai Ahmad Dawam Afandi memulai pemaparannya dengan menceritakan kitab karya KH Zubair Dahlan tentang ibadah haji dan umrah yang disusun dalam bahasa Jawa.

Pada mukadimah kitab yang berjudul Dalīl al-‘Awām ini, Kiai Zubair dengan tegas mengingatkan pentingnya menjaga salat dalam perjalanan ibadah haji dan umrah.

“Otomatis, kita harus paham bagaimana tata cara salat dalam perjalanan. Beliau (KH Zubair Dahlan, red) sampai bilang seperti ini, ‘Kalau sampai ada orang yang melakukan ibadah haji dan umrah, kok tidak memperhatikan salatnya saat perjalanan menuju ke sana, mau haji sampai seribu kali pun tetap tidak akan diterima hajinya,” tutur Kiai Dawam.

Menurutnya, kadang-kadang orang awam itu mempertanyakan untuk apa salat di atas kendaraan kalau nantinya juga akan mengulang pelaksanaan salat lagi. Menurut Kiai Dawam, ini adalah kata-kata yang tidak semestinya kita ucapkan. Kasus semacam ini juga banyak terjadi di masyarakat kita.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan