Perlunya Pendidikan Karakter pada Anak Selama Pandemi

Penyebaran Covid-19 terpaksa mengubah pola hubungan sosial karena setiap orang harus menjaga jarak aman. Ini berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar. Sejak diterapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan belajar mengajar ditiadakan digantikan dengan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring). Dalam kondisi seperti ini, sepanjang waktu anak-anak didik berada di rumah bersama orangtua mereka. Peran guru pun dengan sendirinya telah tergantikan oleh orang tua.

Ada hikmah di balik “kebersamaan” orang tua dengan anak-anak sepanjang waktu selama masa pandemi. Inilah saatnya para orang tua bisa terlibat aktif sepanjang waktu dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak dengan menanamkan nilai-nilai Islami. Artinya, pendidikan karakter tetap berjalan walaupun proses kegiatan belajar mengajar tidak dilaksanakan di sekolah. Di sini, orang tua menggantikan peran guru ketika kegiatan belajar “dipindahkan” dari sekolah ke rumah.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Sebab, dalam proses belajar mengajar, selain berfokus pada penguatan materi, ada juga pendidikan yang berfokus untuk menumbuhkan karakter pada anak. Dengan demikian, karakter sang anak mulai terbentuk di usia dini. Anak pun akan tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai ditanamkan.

Baca Juga:   Nyai Rahmatun (1): Penerobos Sekat Gender

Dengan demikian, para orang tua memiliki kesempatan emas untuk memberikan pendidikan karakter pada anak selama masa pandemi seperti saat ini, karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah seperti. Pendidikan karakter bisa dilakukan baik melalui bermain maupun belajar. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk memberikan pendidikan karakter kepada anak.

Baca Juga:   Habib Dimensi Kedua

Pertama, mengajarkan nilai-nilai al-Quran. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi pribadi yang saleh. Salah satunya adalah dengan cara mengajarkan ilmu yang terkandung didalam al-Quran, karena di dalam al-Quran terdapat banyak sekali ilmu dan kisah-kisah yang bisa menjadi suri tauladan atau pelajaran.

Tinggalkan Balasan