Perempuan dan Kecemburuannya

65 kali dibaca

Salah satu hal paling berbahaya di dunia ini adalah perempuan yang sedang memendam rasa cemburu. Insting dan intuisinya lebih tajam dari anjing pelacak, detektif profesional, bahkan lebih berbahaya dari agen FBI atau CIA sekalipun. Mereka juga mampu melakukan hal-hal nekat yang tidak pernah bisa dibayangkan!

Munculnya istilah “pelakor” yang marak di media sosial, sesungguhnya kerap membuat saya geram. Saya geram bukan karena sinisme saya terhadap “pelakor” tersebut, tapi lebih karena merasa harga diri saya sebagai perempuan ikut jatuh.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Istilah itu dikonstruksi sedemikian rupa sehingga menjatuhkan harga diri seorang perempuan. Fenomena munculnya istilah “pelakor” itu membuat saya merasa bahwa betapa perempuan tidak begitu pandai mengontrol emosi cemburunya di media sosial.

Mengapa perempuan harus menjatuhkan harga diri perempuan yang lain hanya karena faktor cemburu? Bagaimana mungkin kita menuntut hak untuk dihormati ketika kita tidak mampu menghormati diri sendiri?

Cemburu bagi saya adalah persoalan ketakutan. Takut tidak dianggap, takut tidak dipilih, takut diabaikan, takut disingkirkan, dan banyak ketakutan lainnya. Ketika Bu Dendy merasakan kecemburuan itu, hal yang sedang menguasai dirinya, salah satunya adalah perasaan takut kehilangan. Tentu Bu Dendy takut kehilangan cinta suaminya. Takut kehilangan perhatian suaminya.

Perempuan yang cemburu sering dikonotasikan sebagai perempuan yang kekanakan dan brutal. Perempuan yang tenang sekalipun, jika dihadapakan dengan perasaan cemburu, akan tersulut dan cenderung meledak-ledak, atau melakukan hal-hal di ambang batas kewarasan. Namun, ada hal yang perlu dipahami. Dalam konteks perempuan dan laki-laki yang sedang menjalani sebuah hubungan, atau katakanlah sebuah “keterikatan”, ada hal-hal yang memang harus dimengerti mengenai keadaan psikologis masing-masing dalam menghadapi kecemburuan.

Saya pernah berdiskusi dengan sahabat saya mengenai sebuah Jurnal Psikologi yang mengatakan bahwa faktor kecemburuan laki-laki dan perempuan memanglah berbeda. Teori psikologi evolusioner mengemukakan bahwa laki-laki dan perempuan akan berbeda secara psikologis dalam menilai tanda-tanda yang dapat menimbulkan kecemburuan (Symons, dalam Buss, Shackelford, & Bennett, 2002).

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan