Pembuka Jendela Dunia Pesantren

Diterbitkan pertama kali pada 1974, otobiografi KH Saifuddin Zuhri yang berjudul Guruku Orang-orang dari Pesantren ini menjadi salah satu buku paling popular tentang kepesantrenan. Hingga mengalami cetak ulang beberapa kali, buku ini telah menjadi pembuka jendela dunia pesantren —baik bagi mereka yang berada di luar maupun di dalamnya.

Kiai Saifuddin Zuhri sendiri dikenal sebagai ulama dan politikus dari lingkungan nahdliyin. Kiai Saifuddin Zuhri lahir di Sukoraja, Banyumas, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1919 dan wafat di Jakarta pada 25 Februari 1986.

Advertisements
Cak Tarno

Ia memulai pendidikannya di madrasah dan pesantren. Namun, ia juga dikenal sebagai seorang otodidak di sejumlah bidang keilmuan. Ia yang banyak mempelajari dan mendalamai berbagai disiplin ilmu, pada 1964 diangkat menjadi guru besar dalam bidang dakwah oleh IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Baca Juga:   Membaca Arah Baru Tafsir Quran

Sebagai tokoh politik Indonesia, ia pernah menjabat ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi anggota DPR/MPR. Sebagai santri pejuang, Kiai Saifuddin Zuhri pernah menjadi pimimpin Pemuda Ansor  Jawa Tengah Selatan, Komandan Hizbullahdi Magelang, dan anggota KNIP di Yogyakarta. Sebagai ulama, ia pernah menjadi Sekretarus Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Menteri Agama RI (1962-1967), Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Dakwahm serta Mustasyar PBNU.

Baca Juga:   Corona, Pesantren Ciganjur Ngaji Online

Sebagai santri yang gandrung akan ilmu dan gemar menulis, Kiai Saifuddin Zuhri pernah menjadi wartawan di berbagai koran dan majalah, bahkan wartawan Antara. Pengalamannya sebagai wartawan itulah salah satu pendorong Kiai Saifuddin Zuhri menulis buku otobiografi. Menariknya, buku itu ditulis dalam bentuk novel.

Otobiografi ini akhirnya menjadi pembuka jendela dunia pesantren. Di zamannya, ketika terbit untuk kali pertama pada 1974, masih terjadi salah kaprah dari masyarakat umum dalam  melihat keberadaan pesantren dan santri. Hadirnya buku ini memberikan perspektif yang sebenarnya tentang keberadaan pesantren dan kaum santri.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan