PADA SEBUAH ANTREAN

696 kali dibaca

PADA SEBUAH ANTREAN

Di sebuah terminal menunggu bus
maut menyala dari keterasingan yang purba
Kami hanyalah nama-nama dalam daftar penumpang
yang hendak ke kampung

Advertisements

Waktu pun menetas
seperti hujan
yang tersangkut pada genting

Bus yang kami tunggu tak kunjung datang
Ia barangkali sebuah mimpi
yang dierami Jibril
atau tiupan terompet Israfil
bisa pula tinta yang menulis takdir
Tapi ia jarum jam
yang tiktoknya tak pernah tiba-tiba

Sebuah pengumuman membacakan
data antrean yang panjang
Namun, seorang kakek penjual
eskrim, Wajah dunia yang lezat
menyita telinga kami

Baca juga:   Perkara Niat dalam Ibadah

Kami tengelam ke dalam hiruk-pikuk
warna demi warna
rembulan demi rembulan
liur demi liur
harga demi harga
kursi demi kursi
vagina demi vagina

hingga dunia gelap bagai batu:
Lupa pada bus yang ditunggu!

Tetapi, di terminal
bus selalu tiba dan berangkat
Tiba dan berangkat
membawa seluruh penumpang
pulang dari
kesia-siaan

AN, 23 Desember 2022 M.

SEPASANG SANDAL

Jejak-jejak itu…
Benarkah perbuatan
kita?

Baca juga:   Pesantren dan Relasi Sosialnya

Kita seolah melangkah
sejak Sang Bapak pindah
menginjak tanah
yang anyir dan rimba
: suksesi drama jagad raya!

Kita pernah dilepas
di pintu tanah kudus
kala Musa dipanggil
ke depan pohon musykil

Kita yang meringkuk diabaikan sejarah
seperti juga mendapat titah
jadi pelindung dan pengantar telapak
dari dan ke tempat-tempat suci

Kala zaman bangit
Deru mesin mengaung
bagai mencekik leher nabi-nabi

Aku dan kau,

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan