duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Baru-baru ini, Kang Ali secara terus terang mengatakan, jika sebenarnya dia mencintai Nyai Hanifah. Dia berani bilang kepadaku, setelah Kiai Makdum wafat karena kecelakaan, seminggu yang lalu.

Mendengar hal itu, aku terkejut. Menurutku, secara tata krama hal itu sangat bertentangan dengan etika seorang santri kepada kiai, meskipun dalam hukum agama sah-sah saja.

Advertisements
Cak Tarno

Setelah Kang Ali berkata demikian, aku mencoba untuk memastikan, apakah itu sungguhan atau candaan belaka.

Baca Juga:   Nasib Pengeluh

“Lho, beneran Kang?” tanyaku, penasaran bercampur heran.

Dia mesem, mengarahkan pandangannya ke depan. Untuk sesaat, dia hanya terdiam. Kang Ali memang sudah akrab denganku. Apa pun persoalan yang dia hadapi, pasti dia akan menceritakannya kepadaku, termasuk soal asmara.

“Sebenarnya aku malu untuk bilang ke kamu, tapi apa boleh buat, daripada aku menyimpannya terus menerus, tanpa dibicarakan, membuat beban di pikiranku makin bertambah. Aku mau tanya kepadamu, apakah tidak boleh seorang santri suka dengan istri pengasuh yang berstatus janda? Obrolan ini cuman kamu yang tahu,” ucapnya, mengingatkan.

Baca Juga:   Tentang Anak Kita

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan