Narasi Kritis Dunia Santri

420 kali dibaca

Berliterasi di duniasantri.co merupakan berkah tersendiri bagi saya. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui, kemudian menjadi pelajaran dan pengajaran di laman para santri ini. Literasi yang dikembangkan di duniasantri.co memuat ragam bahasan dan persoalan. Tentu hal ini semakin memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi saya untuk berkarya dalam narasi logika yang diinginkan.

Hingga 29 Juli 2022, jam 17.00 WIB, karya saya yang termuat sebanyak 232 dari berbagai genre. Mulai dari opini, puisi, sosok, bintang, hingga teras. Sementara, naskah yang pending sebanyak 115 judul, juga dari berbagai macam naskah. Belum lagi beberapa naskah yang saya hapus karena sudah terlalu lama dan dirasa tidak mungkin untuk dimuat menurut pertimbangan admin platform ini.

Advertisements

Bekerja sama dengan duniasantri.co dalam berliterasi serasa mendapat angin segar. Hal ini dikarenakan kita diberi keleluasaan sekaligus keluasan untuk menulis, menuangkan gagasan sesuai dengan bidang yang kita kehendaki. Tentu saja, karena platform ini berasas kepesantrenan, maka telaah materi naskah tidak boleh bertentangan dengan prinsip pesantren secara khsusus, dan kaidah Islam secara umum.

Baca juga:   Catatan Lomba Kolintang Berselawat (2): Alat Musik itu Tak Beragama

Apakah duniasantri.co tidak memiliki celah kekurangan untuk dikritik demi perbaikan? Tentu saja kesempurnaan itu hanya milik Allah swt. Sedangkan, makhluk pastinya memiliki kekurangan yang perlu dikritisi dan diperbaiki. Termasuk juga duniasantri.co, meskipun saya merasa sulit untuk menemukan “retak”, tetapi “gading” itu tetaplah benda yang pada akhirnya bisa retak juga.

Tegas Bermartabat

Baca juga:   Madu Dunia dan Ulama Masa Kini

Salah satu karakter admin duniasantri.co adalah tegas bermartabat. Artinya, persoalan etik literasi dijadikan dasar utama untuk membangun nilai-nilai akhlak. Admin duniasantri.co tidak akan menoleransi penulis yang plagiat, plagiarism writer. Karena, plagiator adalah penulis yang telah menabur konsep “kizib-dusta” di dalam dunia santri yang seharusnya mengedepankan “shidiq-jujur.” Maka tidak akan mendapat ruang gerak kebebasan bagi plagiator di web kesantrian ini.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

One Reply to “Narasi Kritis Dunia Santri”

Tinggalkan Balasan