duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Delina bermimpi, di depan pintu rumahnya ada kain putih menjuntai di lantai. Alhasil, ia sontak terbangun dengan keringat berlumuran di dahi. Dadanya bergemuruh, tidak bisa tidur lagi.

Baca Juga:   Sepatu Maradona dan Kaus Kaki Anakku

Setelah bermimpi, ia pun menyadari bahwa anggota keluarganya akan ada yang mati. Hal itu sejurus dengan keadaan putranya yang saat ini sedang sekarat di ranjang pesakitan. Ia juga menyadari bahwa suratan takdir terlalu kuat untuk dapat dibendung.

Advertisements
Cak Tarno

Meskipun sangat sedih, ia berusaha untuk melupakan mimpinya tadi malam. “Setidaknya, anakku harus bahagia di sisa-sisa umurnya,” gumamnya.

Sekitar pukul delapan pagi, salju turun. Suhu udara sangat rendah dan kelembaban. Ia memakai jaket winter dan kaus kaki tebal untuk menghangatkan tubuh dari dingin yang menusuk tulang. Perempuan berusia tiga puluh tahun itu membuka pintu dan menguncinya kembali dari luar. Rencananya, ia akan membelikan kado ulang tahun buat anaknya.

Baca Juga:   Menafsir Waktu dalam Puisi

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan